Artikel ini membahas kekerasan simbolik terhadap perempuan dan masyarakat kelas bawah dalam novel Entrok karya Okky Madasari dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis tiga dimensi Fairclough. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana bahasa, struktur narasi, dan praktik sosial membangun serta melegitimasi dominasi pada masa Orde Baru. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh dari dialog, narasi, dan konteks sosial-budaya yang muncul dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik hadir melalui peran gender yang dinormalisasi, kontrol negara, dan penindasan berbasis kelas. Bentuk dominasi tersebut direproduksi lewat bahasa sehari-hari, tokoh berotoritas, dan norma budaya yang divisualisasikan dalam novel. Penelitian menyimpulkan bahwa Entrok berfungsi sebagai kritik sastra yang memperlihatkan bagaimana wacana menaturalisasi ketimpangan sosial.
Copyrights © 2025