Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi perilaku siswa melalui penerapan budaya pepeling di lingkungan sekolah menengah atas. Pepeling sebagai bentuk kearifan lokal Jawa dipandang memiliki nilai-nilai moral yang relevan untuk pembentukan karakter siswa pada masa remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di MAN 01 Kota Tasikmalaya, melibatkan guru, siswa, dan pihak kesiswaan sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pepeling dilakukan melalui pembiasaan harian, visualisasi nilai moral dalam bentuk poster, keteladanan guru, serta integrasi pepeling dalam kegiatan rutin sekolah. Siswa memaknai pepeling sebagai pengingat moral yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian juga memperlihatkan adanya perubahan perilaku positif, seperti peningkatan kedisiplinan, kesopanan berbahasa, dan tanggung jawab siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, budaya pepeling terbukti berperan penting dalam mendorong transformasi perilaku dan penguatan karakter siswa berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026