Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan berbagai bentuk bullying antar teman sebaya di sekolah dasar serta menelaah dampaknya terhadap fokus dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kajian ini dilakukan melalui penelitian sekunder dengan menganalisis beragam sumber dokumen, seperti laporan nasional KPAI, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu terkait bullying pada siswa sekolah dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa bullying verbal, fisik, relasional, dan pengambilan barang merupakan bentuk yang paling sering terjadi, terutama di area sekolah dengan pengawasan yang kurang optimal. Dampak yang muncul antara lain menurunnya motivasi belajar, meningkatnya kecemasan, terganggunya konsentrasi, perilaku menarik diri dari pergaulan, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan kelas. Sementara itu, pelaku bullying juga menunjukkan pola belajar yang tidak positif, seperti kurang fokus, rendahnya kedisiplinan, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Secara keseluruhan, bullying berkontribusi pada kondisi pembelajaran yang tidak kondusif dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan. Penelitian ini mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan pengawasan, pelatihan bagi guru, serta kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lembaga perlindungan anak dalam upaya pencegahan dan penanganan bullying.
Copyrights © 2026