Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman industri, buah-buahan, rempah-rempah dan herbal. Terdapat sekitar 7.000 jenis tanaman herbal yang dikenal oleh masyarakat untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Optimalisasi pemanfaatan lahan kosong dengan memanfaatkan sampah anorganik sebagai sarana penanaman tanaman obat keluarga (toga) dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Muara Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) di lahan belakang kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan menggunakan metode participatory action research (PAR) dan demonstrasi langsung. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, perencanaan dan pelaksanaan. Tanaman yang ditanam antara lain Cocor Bebek, Bawang Tiwai, Kumis Kucing, Sereh, Kunyit, Jahe, Kencur, Sirih Dan Lidah Buaya. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan kosong dan sampah anorganik dapat mengurangi penumpukan sampah, mempermudah akses masyarakat terhadap tanaman obat dan mengurangi biaya pengobatan. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi sampah di wilayah tersebut.
Copyrights © 2025