Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola asuh keluarga, terutama terkait penggunaan perangkat digital oleh anak usia dini. Salah satu masalah utama yang dapat memengaruhi perkembangan anak adalah kurangnya literasi digital, ketidaktahuan orang tua tentang batasan screen time, dan ketidakmampuan untuk mengawasi konten digital. Hasil identifikasi yang dilakukan di Posyandu Bundo Kanduang di Kecamatan Harau, Sumatera Barat, menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua belum memahami bahaya yang ditimbulkan oleh paparan perangkat digital yang tidak terkontrol. Untuk mengatasi hal ini, penyuluhan dan pendampingan diberikan untuk mengatur waktu menonton TV dan menghilangkan konten digital dari keluarga. Metode klasik digunakan dengan materi interaktif dan diskusi kelompok kecil. Ini dilengkapi dengan penggunaan fitur pengendalian parental. 85% orang tua menyadari pentingnya pembatasan waktu layar dan penggunaan kontrol orang tua pada perangkat digital, menurut hasil kegiatan. Selain itu, evaluasi kegiatan menerima skor rata-rata 3,49 dalam kategori "Sangat Baik", yang menunjukkan bahwa kegiatan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dan sangat efektif. Kesimpulannya, kegiatan edukasi ini secara efektif meningkatkan literasi digital keluarga dan kesadaran orang tua untuk membuat lingkungan digital yang sehat dan ramah anak.
Copyrights © 2025