Fenomena alih kode merupakan praktik kebahasaan yang lazim terjadi dalam masyarakat multilingual seperti Indonesia, khususnya dalam interaksi sosial dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk alih kode, faktor penyebab terjadinya alih kode, serta sikap anggota majelis taklim terhadap penggunaan alih kode dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada anggota majelis taklim di wilayah Riau. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi jenis alih kode yang muncul, bahasa yang terlibat, serta konteks penggunaannya dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian dan diskusi keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode tidak semata-mata terjadi karena keterbatasan kosakata dalam bahasa tertentu, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor identitas sosial, latar belakang pendidikan, pengaruh media, serta kebiasaan berbahasa dalam komunitas religius. Selain itu, alih kode digunakan sebagai strategi komunikasi untuk memperjelas makna, menegaskan pesan, dan membangun kedekatan antaranggota majelis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika penggunaan bahasa dalam konteks religius serta kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik di lingkungan keagamaan.
Copyrights © 2025