Penelitian yang dilakukan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas V di MI Ma’arif Ngrupit, Jenangan, Ponorogo bertujuan untuk (1) menjelaskan pengaruh kecerdasan linguistik terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa, (2) menjelaskan pengaruh self directed learning terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa, (3) menjelaskan pengaruh secara simultan antara kecerdasan linguistik dan self directed learning terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto. Pengambilan data dilakukan melalui angket, tes, dan dokumentasi. Sampel penelitian seluruh siswa kelas V MI Ma’arif Ngrupit, Jenangan, Ponorogo. Analisis data yang digunakan berupa statistik deskriptif untuk mendeskripsikan data dan hasil, dan analisis statistik inferensial berupa uji prasyarat dan uji hipotesis, yaitu regresi linear sederhana, uji t, regresi linear berganda, uji f, dan koefisien determinasi berbantuan aplikasi statistical product and service solutions (SPSS) versi 20. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, (1) kecerdasan linguistik berpengaruh tinggi secara signifikan sebesar 72,6% terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga semakin tinggi kecerdasan linguistik, semakin baik kemampuan membaca siswa, (2) self directed learning berpengaruh tinggi secara signifikan sebesar 65% dengan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga semakin meningkat self directed learning meningkat pula kemampuan membaca pemahaman, dan (3) secara simultan, kecerdasan linguistik dan self directed learning berpengaruh tinggi secara signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman sebesar 78,5% dengan Fhitung 85,667 > Ftabel 3,20 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga semakin tinggi kecerdasan linguistik dan self directed learning siswa semakin baik pula kemampuan membaca pemahaman siswa.
Copyrights © 2025