Mutu pendidikan dan pembelajaran Madrasah ditentukan oleh budaya akademik, proses pendidikan dan pembelajaran serta kondisi madrasah. Problem pendidikan antara lain sumber dana yang terbatas, berakibat pada pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan serta ketersediaan sarana prasarana tidak memadai serta rendahnya mutu pembelajaran. Tulisan ini ingin menjawab pertanyaan bagaimana peningkatan mutu pembelajaran di MIN 5 Ponorogo dilakukan melalui manajemen pembiayaan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskripif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif model Miles, Huberman, Saldana dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, pengolahan data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini adalah pertama, dana BOS di MIN 5 Mlarak dikelola oleh Bendahara BOS, dikontrol secara berkala oleh Kepala Madrasah, penyerapannya efisien dan efektif sesuai dengan manajemen pembiayaan meliputi tahapan budgeting, accounting dan auditing. Kedua, implikasi manajemen pembiayaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MIN 5 Ponorogo dapat meningkatkan kompetensi akademik dan professional guru, meningkatkan mutu pengajaran intrakurikuler, dan ekstrakurikuler, menguatkan budaya madrasah, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta dapat menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil, kreatif, inovatif, dan berdaya saing
Copyrights © 2023