Tarbiyah Aqliyah merupakan upaya meningkatkan fungsi akal untuk berfikir melalui latihan-latihan secara teratur, agar akal bisa berfungsi dengan benar. Pimpinan Pondok Pesanten Al-Iman Putri Ponorogo telah melakakan latihan-latihan Tarbiyah ‘Aqliyah bagi santri yang merujuk pada pemikirian Mahmud Yunus dalam kitab al-Tarbiyah wa al-Ta’li>m. Kitab tersebut dijadikan kurikulum khusus untuk kelas 3-6, serta digunakan sebagai rujukan untuk mendasain kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan pemikiran Mahmud Yunus tentang Tarbiyah ‘Aqliyah, dan bagaimana implementasi pemikitran tersebut dalam kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitaif ethnography melalui participant observation, peneliti telah menemukan lima konsep pemikiran Mahmud Yunus yang telah diimplemtasikan di Pondok Pesantren Al-Iman Putri Ponorogo terkait dengan Tarbiyah ‘Aqliyah, yaitu: (1) menumbuhkembangkan perasaan senang pada santri di awal tahun melalui kegiatan khutbatul iftitah; (2) melatih akal untuk memperhatikan sesuatu yang bisa diamati dengan indra dan memikirkannya serta melakukannnya melalui kegiatan ketrampilan menjahit; (3) menguatkan daya ingatan santri melalui kegiatan hafalan Al-Qur’an; (4) menguatkan daya intuisi santri melalui pelajaran mengarang dengan bahasa arab dan inggris; (5) melatih santri kelas 6 untuk berfikir sistematis melalui praktik mengajar berbahasa arab dan inggris yang merujuk pada buku “al-Tarbiyyah al-Amaliyah” karya Mahmud Yunus.
Copyrights © 2025