Manajemen inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal di Pondok Pesantren Nurul Azhar Sampung Ponorogo merepresentasikan integrasi antara materi ajar dan realitas budaya masyarakat sekitar. Integrasi ini diwujudkan melalui pendekatan pembelajaran khas pesantren seperti sorogan, syawir, muhadhoroh, muhafadhoh, muhadatsah, serta pengajian terbuka bersama masyarakat. Proses inovasi tersebut berlangsung melalui tahapan perencanaan yang melibatkan pengasuh dan tenaga pendidik, pelaksanaan yang berbasis pada budaya pesantren, serta evaluasi berkala yang dilakukan secara mingguan, bulanan, dan tahunan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumntasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pemahaman keilmuan santri sekaligus penguatan karakter melalui intrnalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Implementasi manajemen inovasi ini juga berdampak positif terhadap penguatan identitas lokal santri dalam menghadapi dinamika sosial di tengah arus modernisasi. Pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menciptakan proses pendidikan yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal
Copyrights © 2025