Self-satisfaction adalah bentuk evaluasi individu terhadap terpenuhinya rasa puas dan nyaman karena kebutuhannya bisa terpenuhi. Adanya ketersediaan sarana dan prasarana adalah hal penting untuk kegiatan pembelajaran yang terlaksana dengan lancar dimana terdiri dari ruang pembelajaran, ruang penunjang, dan ruang pembelajaran khusus. Kualitas pelayanan adalah tingkat ukuran seberapa bagus pelayanan yang diberikan mampu memenuhi harapan pelanggan. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex-post facto. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jumlah 137 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh secara signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan terhadap self-satisfaction peserta didik dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel sebesar 17.431 > 3.08 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 dan R2 sebesar 0,114, 2) terdapat pengaruh secara signifikan antara kualitas pelayanan sarana dan prasarana pendidikan terhadap self-satisfaction peserta didik dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel sebesar 74.007 > 3.08 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 dan R2 sebesar 0,354; 3) terdapat pengaruh secara signifikan antara ketersediaan dan kualitas pelayanan sarana dan prasarana pendidikan terhadap self-satisfaction peserta didik dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel sebesar 98.416 > 3.08 probability F hitung (Sig.) lebih kecil dari tingkat signifikansi yaitu 0,001 < 0,05 dan R2 sebesar 0,589
Copyrights © 2025