Ketahanan pangan menjadi isu strategis dalam pembangunan ekonomi nasional dan regional, terutama di wilayah berbasis pertanian seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Permasalahan utama yang dihadapi adalah terjadinya fenomena paradoksal berupa peningkatan produksi padi di tengah penurunan luas panen. Celah penelitian yang diidentifikasi adalah belum adanya analisis komprehensif mengenai variasi antarwilayah dalam produksi padi di NTB dan kaitannya dengan transformasi agribisnis dalam kurun waktu 2018-2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika produktivitas padi antarwilayah di Provinsi NTB dan merumuskan strategi pengembangan agribisnis padi berkelanjutan berbasis karakteristik wilayah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analitik deskriptif, studi ini menganalisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik NTB dengan teknik Compound Annual Growth Rate (CAGR) dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan marginal luas panen sebesar -0,120% secara agregat, namun terjadi peningkatan produksi sebesar 1,049%. Variasi regional signifikan terlihat dengan Kabupaten Sumbawa Barat mencatat pertumbuhan produksi tertinggi (4,674%) dan Kabupaten Lombok Barat menunjukkan pertumbuhan luas panen tertinggi (3,404%). Peningkatan produktivitas dikaitkan dengan adopsi teknologi pertanian yang lebih efisien, intensifikasi pertanian, dan penguatan kapasitas kelembagaan petani. Studi ini merekomendasikan pengembangan peta jalan produktivitas berbasis karakteristik wilayah, penguatan keterkaitan rantai nilai, akselerasi adopsi teknologi tepat guna, dan pengembangan model bisnis pertanian terintegrasi yang mempertimbangkan aspek produktivitas, profitabilitas, dan keberlanjutan lingkungan.
Copyrights © 2024