Penelitian ini mengkaji perkembangan agribisnis tembakau di Nusa Tenggara Barat periode 2011-2023, memfokuskan pada kesenjangan produktivitas tembakau lokal dibanding tingkat nasional. Permasalahan utama adalah dinamika produktivitas tembakau lokal di NTB serta strategi peningkatan daya saing. Melalui pendekatan kuantitatif-deskriptif, data sekunder dari BPS NTB dan Direktorat Jenderal Perkebunan dianalisis menggunakan Compound Annual Growth Rate (CAGR). Hasil menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam produksi tembakau NTB (CAGR 4,106%), dengan perbedaan mencolok antara tembakau rajang/rakyat (13,300%) dan Virginia (1,994%). Produktivitas meningkat dari 1.443 kg/ha (2011) menjadi 1.700 kg/ha (2023), dengan CAGR 1,375%. Analisis komparatif mengungkapkan tembakau Virginia memerlukan investasi awal lebih besar dengan margin keuntungan lebih tinggi, sementara tembakau rajangan memiliki barrier to entry lebih rendah. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan CAGR untuk menganalisis tren pertumbuhan komprehensif dan pentingnya kerja sama petani-industri dalam mengidentifikasi kebutuhan pasar. Strategi peningkatan daya saing meliputi inovasi produk, pengembangan kemitraan, diversifikasi, implementasi teknologi, dan standardisasi produksi berkelanjutan. Penelitian merekomendasikan penguatan riset varietas unggul, pengembangan sistem kemitraan bernilai tambah tinggi, dan penguatan kelembagaan petani dalam rantai nilai komoditas tembakau.
Copyrights © 2024