Dalam proses konversi termal minyak jarak (Jatropha curcas L.) melalui pemanasan langsung tanpa katalis, pengaruh temperatur dan rasio air-ke-minyak terhadap karakteristik nyala dipelajari dalam penelitian ini. Minyak jarak digunakan sebagai bahan baku, dengan rasio air-ke-minyak 1:1 dan 2:1, dan suhu operasi antara 200 dan 400 derajat Celcius. Untuk menganalisis karakteristik nyala, rekaman video nyala api pada ujung pipa reaksi dan ekstraksi frame representatif digunakan. Komposisi warna merah, kuning, dan biru digunakan untuk menunjukkan hubungan antara spesies hasil reaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku nyala sangat dipengaruhi oleh temperatur dan rasio air-minyak. Dalam rasio satu ke satu, intensitas relatif warna biru meningkat secara signifikan dan mencapai kondisi paling dominan pada 350 °C, menunjukkan kecenderungan yang lebih stabil untuk menghasilkan hidrogen. Di sisi lain, dalam rasio dua ke satu, intensitas relatif warna biru lebih rendah dan cenderung menurun pada temperatur tinggi, menunjukkan dominasi proses pirolisis dan pembakaran tidak sempurna. Penelitian ini memberikan pemahaman awal tentang bagaimana temperatur, rasio campuran, dan karakteristik nyala berpengaruh pada konversi termal minyak jarak. Ini juga berfungsi sebagai dasar untuk pengembangan metode untuk membuat hidrogen berbasis minyak nabati.
Copyrights © 2025