Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Thermoelectric Cooler (TEC) sebagai sistem pendingin udara masuk terhadap performa mesin sepeda motor 110 cc. Sistem TEC dipasang pada saluran intake manifold dan diuji menggunakan dynamometer test untuk membandingkan karakteristik mesin pada kondisi dengan dan tanpa pendinginan udara masuk. Parameter yang dianalisis meliputi daya, torsi, dan Air Fuel Ratio (AFR). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendinginan udara masuk menyebabkan penurunan nilai AFR sebesar sekitar 4,8%, yang mengindikasikan peningkatan densitas udara dan massa oksigen yang masuk ke ruang bakar. Perubahan tersebut berkontribusi pada peningkatan performa mesin, dengan daya maksimum mencapai 6,58 HP pada putaran 5600 rpm, atau meningkat sekitar 1,8 HP dibandingkan kondisi tanpa penggunaan TEC. Namun demikian, efektivitas pendinginan masih dibatasi oleh tingginya kecepatan aliran udara masuk, sehingga diperlukan pengembangan desain sistem pendingin yang lebih optimal pada penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2025