Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang, guna memahami preferensi belajar, perspektif siswa, dan kecenderungan pengerjaan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dari 94 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (92%) memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Preferensi gaya belajar siswa terbagi menjadi praktik (39%), auditori (36%), dan membaca (25%). Selain itu, 60% siswa lebih menyukai tugas individu, sementara 40% lainnya lebih memilih tugas kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran multimodal dan keseimbangan antara tugas individu dan kelompok untuk menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang relevan, serta untuk pengembangan asesmen diagnostik yang lebih terarah di masa depan.
Copyrights © 2025