Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tekanan konformitas yang dialami tokoh utama dalam novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan menggunakan teori hermeneutika Wilhelm Dilthey. Tiga konsep utama yang digunakan dalam analisis ini meliputi erlebnis (pengalaman hidup tokoh), ausdruck (ekspresi atau ungkapan tokoh), dan verstehen (pemahaman atau penafsiran tokoh terhadap realitas). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis isi. Proses analisis dilakukan melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel, identifikasi data yang relevan, interpretasi berdasarkan kerangka hermeneutika, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Sato Reang mengalami tekanan konformitas melalui pengalaman sunatan, pengajian, larangan bermain lempar gelang, serta berbagai tuntutan sosial dari ayahnya. Ungkapan dan perilaku tokoh mencerminkan bentuk tekanan untuk menjadi anak soleh dan patuh terhadap norma sosial. Penafsiran mendalam menunjukkan bahwa tekanan konformitas hadir dalam bentuk tuntutan moral dan religius yang membentuk cara pandang serta tindakan tokoh terhadap lingkungan sosialnya.
Copyrights © 2025