Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna ungkapan tradisional dalam masyarakat Suku Besemah di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur. Bahasa daerah, khususnya ungkapan tradisional, merupakan sarana komunikasi yang mengandung nilai moral, sosial, dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional memiliki tiga fungsi utama: sebagai nasehat, sindiran, dan motivasi. Ungkapan “nasehat” berfungsi memberikan petunjuk, teguran, motivasi, dan menanamkan nilai kebaikan, misalnya “Ame ndak mulie kenal nga jeme” mengajarkan pentingnya bergaul dengan orang berbudi pekerti luhur. Ungkapan “sindiran” digunakan untuk mengoreksi perilaku secara halus, seperti “Luk kacang ndik teghingat nga kulit” yang menyindir orang lupa asal-usulnya. Ungkapan “motivasi” berfungsi menumbuhkan semangat dan dorongan untuk mencapai tujuan, misalnya “Sepincang sejalan” menekankan pentingnya kerjasama dan harmonisasi dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa ungkapan tradisional merupakan media pelestarian budaya lokal, pendidikan moral, dan pengembangan karakter generasi muda, sehingga upaya revitalisasi melalui dokumentasi dan pengajaran sangat diperlukan
Copyrights © 2025