Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di salah satu Desa yang berada di Kabupaten Kediri menghadapi permasalahan ketidakakuratan dalam penentuan penerima bantuan, yang disebabkan oleh data yang tidak lengkap dan kurang diperbarui. Selain itu, faktor subjektivitas dalam proses seleksi juga memperburuk ketidakadilan distribusi bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas metode SAW dan TOPSIS dalam menentukan penerima bantuan sosial. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa metode SAW memperoleh akurasi 100% pada sebagian besar alternatif, sementara metode TOPSIS menunjukkan perbedaan peringkat pada alternatif tertentu. Meskipun terdapat perbedaan kecil dalam hasil peringkat, kedua metode terbukti efektif dalam mendukung keputusan yang lebih objektif dan akurat dalam penentuan penerima bantuan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi penyaluran bantuan sosial di tingkat lokal.
Copyrights © 2025