Produksi petis oleh UMKM di Kediri masih dilakukan secara manual, yang berdampak pada rendahnya efisiensi dan tingginya resiko produk gagal akibat proses pengadukan yang tidak merata. sehingga banyak pelaku UMKM pengolah petis ini mengalami kerugian. Untuk mengatasi permaslahan ini, maka perlu dilakukan satu perancangan mesin pengolah yang efektif dan efisien. Dalam merancang sebuah mesin, tentunya kita membutuhkan rangka sebagai penopang seluruh bagian mesin. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis kekuatan rangka mesin pengaduk petis berkapasitas 15 kg/jam menggunakan perangkat lunak Solidworks dengan pendekatan metode elemen hingga. Dua jenis material, yaitu ASTM A36 dan AISI 1045, dibandingkan berdasarkan tegangan maksimum, perpindahan, dan faktor keamanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa AISI 1045 memiliki nilai tegangan maksimum 1,347e+07 N/m², perpindahan 0,254 mm, dan faktor keamanan 9,190e+06, lebih baik dibandingkan ASTM A36. Dengan demikian, AISI 1045 dinilai lebih optimal dan aman sebagai material rangka mesin. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi petis oleh pelaku usaha kecil.
Copyrights © 2025