Penggunaan gas LPG 3 kg sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di sektor rumah tangga, dengan 41,8 juta NIK terdaftar untuk subsidi per 30 April 2024, di mana 86% berasal dari rumah tangga. Namun, kebocoran gas merupakan masalah serius yang mengancam keselamatan, lingkungan, dan menimbulkan kerugian material. Penelitian ini bertujuan merancang alat pemantauan kebocoran gas LPG dan kebakaran berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian dilakukan di rumah tangga, industri makanan, dan restoran dengan metode eksperimen yang mencakup perancangan perangkat keras, perangkat lunak, serta website untuk monitoring data secara real-time. Alat ini memberikan peringatan dini saat terjadi kebocoran atau kebakaran, serta memungkinkan pemantauan jarak jauh, sehingga meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko kerugian. Penelitian ini diharapkan meningkatkan kesadaran akan bahaya penggunaan LPG dan meminimalisir risiko kebakaran.
Copyrights © 2025