Pemilihan arsitektur komputasi Edge, Cloud, atau Hybrid menjadi tantangan krusial di Industri 4.0 karena perbedaan signifikan dalam performa dan biaya operasional. Berbeda dari studi yang hanya berfokus pada aspek teknis, penelitian ini menyajikan analisis cost-performance yang komprehensif. Menggunakan skenario simulasi predictive maintenance, trade-off antara metrik teknis (utilisasi CPU, RAM, latensi, dan penyimpanan) dievaluasi dengan estimasi biaya harian. Lebih lanjut, penelitian ini mengusulkan sebuah decision matrix sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Hasil menunjukkan Edge unggul dalam latensi rendah (17,5 ms) dan efisiensi biaya. Cloud menawarkan skalabilitas superior dengan biaya lebih tinggi, sementara Hybrid menjadi kompromi seimbang meski memiliki overhead dan kompleksitas tertinggi. Temuan ini memberikan kontribusi aplikatif berupa panduan empiris bagi para praktisi untuk memilih arsitektur yang paling sesuai dengan prioritas operasional dan ketersediaan anggaran.
Copyrights © 2025