Pertumbuhan penduduk yang pesat menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pengendalian populasi adalah melalui program Keluarga Berencana (KB), dengan kontrasepsi suntik sebagai metode yang paling banyak digunakan. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dapat menimbulkan efek samping, salah satunya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal suntik dengan kejadian keputihan pada akseptor KB di PMB Mei Leli, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akseptor KB suntik 1 bulan lebih banyak mengalami keputihan (41,7%) dibandingkan akseptor KB suntik 3 bulan. Analisis uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi suntik dengan kejadian keputihan (p = 0,001).
Copyrights © 2024