Tingginya prevalensi kasus penyakit TB tiap tahunnya yang dapat menimbulkan kematian membuat upaya-upaya pencegahan yang telah ada tidak berjalan dengan efektif. Hal tersebut dikarenakan berbagai faktor diantara lain terlambatnya penemuan dan diagnosis penderita. Perilaku dan sikap masyarakat sangat berperan penting dalam rendahnya penemuan kasus. Desain Penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Pre experimental dengan one group pre-test post-test design. Postest dilaksanakan sebagai tolak ukur dari intervensi yang diberikan dengan hari yang sama dengan jumlah sampel 65 Orang. Adapun cara pengumpulan data yag digunakan dengan cara meyebarkan kuesioner dan memberi pendidikan kesehatan melalui media leaflet. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai mean rank sebelum diberikan Penyuluhan 7,00 dan setelah diberikan penyuluhan 0,00 nilai min-maks sebelum diberikan Penyuluhan 2-3 dan sesudah Penyuluhan 1-3, nilai Z sebesar -3,419a dan signifikan sebesar 0.001. hasil uji wilcoxon signed rank test sebelum diberikan Edukasi dan sesudah diberikan edukasi bahwa Z hitung sebesar -3,419a dan signifikan sebesar 0.001. hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan 0.001 lebih kecil dari 0.05 (taraf kesalahan 5%). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh pengetahuan masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tuberculosis sebelum diberikan edukasi dan sesudah edukasi. Dengan pemberian penyuluhan diharapkan masyarakat dapat menerapkan sesuai dengan materi yang sudah diajarkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2025