Latar belakang: Nyeri leher merupakan masalah muskuloskeletal yang sering dialami oleh sekitar 70% dari populasi. Posisi leher yang statis dan tidak ergonomis dalam waktu yang lama dapat memicu terjadinya nyeri leher. Static stretching merupakan salah satu teknik mengulur otot yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan nyeri leher. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian static stretching terhadap penurunan nyeri pada kasus nyeri leher. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian one group pre and post test with control group design dengan melibatkan subjek sejumlah 32 mahasiswa fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang dibagi dengan teknik randomisasi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan sebanyak 16 subjek penelitian diberi perlakuan berupa static stretching dan edukasi ergonomi dan kelompok kontrol sebanyak 16 subjek diberi edukasi ergonomi saja. Pengukuran nyeri menggunakan Quadruple Visual Analog Scale (QVAS). Intervensi dilakukan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Hasil: Uji statistik beda prepost test kelompok perlakuan dengan menggunakan uji paired t-test didapatkan nilai p= 0.000, (p<0.05). Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian static stretching terhadap penurunan nyeri pada kasus nyeri leher.
Copyrights © 2025