cover
Contact Name
Herdianty Kusuma Handari
Contact Email
kusuma.herdianty@gmail.com
Phone
+628986354939
Journal Mail Official
jurnalfisiopolkesta@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta Jl. Adi Sumarmo, Tohudan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah 57173
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Nasional Fisioterapi
ISSN : -     EISSN : 30470927     DOI : https://doi.org/10.64974/jnf.v3i3
Core Subject : Health,
Jurnal Nasional Fisioterapi merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdaftar dengan nomor ISSN (e): 3047-0927. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian kesehatan terutama di bidang fisioterapi yang telah melalui proses peer review. Adapun cakupan bidang fisioterapi meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskuler, kardiovaskuler, kardiopulmonal, pediatri, geriatri, kesehatan wanita, olahraga, integumen,rehabilitasi berbasis masyarakat, maupun kesehatan kerja dan ergonomi. Cakupan artikel yang dipublikasikan pada Jurnal Nasional Fisioterapi meliputi hasil penelitian eksperimen maupun non eksperiman
Articles 44 Documents
PENGARUH QUADRICEPS STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP PENGURANGAN NYERI OSTEOARTHRITIS LUTUT Emmy Rahmawati; Sugiono Sugiono; Nitaya Putri Nur H
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i1.6

Abstract

Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit yang menyerang kartilago yang bersufat kronis, progresif, degeneratif dan melemahkan. Tanda dan gejala dari OA lutut yaitu nyeri, mornig stiffnes, krepitasi, ROM menurun dan pembesaran tulang. Quadriceps strengthening exercise merupakan salah satu intervensi yang dapat mengurangi tanda gejala tersebut. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh penambahan quadriceps strengthening exercise setelah terapi standar terhadap pengurangan nyeri pada osteoarthritis lutut. Metode: penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan one grup pre and post test with control group dengan melibatkan 30 subjek yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan masing-masing jumlah subjek penelitian 15 orang. Hasil : Setelah dilakukan penambahan quadriceps strengthening exercise setelah terapi standar selama 6 minggu didapatkan hasil yang signifikan dengan nilai nyeri diam p = 0,006 (p<0,05), nyeri tekan p = 0,003 (p<0,05) dan nyeri gerak p = 0,001 (p<0,05). Setelah dibandingkan nilai akhir VAS antar 2 kelompok didapatkan hasil kelompok perlakuan tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan quadriceps strengthening execirse setelah terapi standar dapat mengurangi nyeri pada osteoarthritis lutut, namun tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
HUBUNGAN ANTARA KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA LANSIA ANGGOTA POSYANDU LANSIA DI DESA TOHUDAN Marti Rustanti
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i1.7

Abstract

Seiring dengan bertambahnya usia keseimbangan tubuh seseorang akan mengalami penurunan. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab turunkan keseimbangan pada lansia. Kekuatan otot tungkai merupakan salah satu faktor yang kemungkinan menjadi penyebab menurunnya keseimbangan pada lansia. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan kekuatan otot tungkai pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Subyek penelitian direkrut dari anggota posyandu lansia di dusun Senden, Tohudan, Colomadu yang mampu berjalan tanpa alat bantu. Time Up and Go Test digunakan untuk mengukur keseimbangan, sedangkan untuk mengukur kekuatan otot tungkai digunakan 30 second STS test. Hasil penelitian : Ditemukan adanya hubungan yang kuat ( r = 0,590) dan signifikan (p = 0,016) antara keseimbangan dan kekuatan otot pada lansia. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, kekuatan otot tungkai bisa menjadi salah satu penyebab menurunkan keseimbangan pada lansia.
EFEKTIVITAS CORE STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP PRIMARY DYSMENORRHEA PADA REMAJA Hanun Rifda Aziza; Marti Rustanti; Herdianty Kusuma
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i1.8

Abstract

: Remaja perempuan berisiko mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah nyeri menstruasi yang disebut dengan dysmenorrhea. Terjadinya dysmenorrhea sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Dysmenorrhea berisiko menimbulkan gangguan, apabila tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada penurunan aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas core strengthening exercise terhadap primary dysmenorrhea pada remaja perempuan. Metode : penelitian ini menggunakan one group pre and post test with control design dengan melibatkan subjek sebanyak 114 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan berjumlah 59 orang dan kelompok kontrol berjumlah 55 orang. Pengukuran derajat nyeri dysmenorrhea dilakukan awal dan akhir perlakuan. Alat ukur pada penelitian ini adalah NRS dan WaLLID Score. Hasil : Berdasarkan pengujian statistik setelah dilakukan core strengthening exercise selama 1 bulan didapatkan hasil yang signifikan dengan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh core strengthening exercise pada nilai NRS awal dan akhir. Selain itu jika dibandingkan antara nilai NRS akhir pada kedua kelompok didapatkan hasil yang lebih baik pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan : pemberian core strengthening exercise berpengaruh terhadap penurunan derajat nyeri dysmenorrhea pada remaja perempuan.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP DAYA TAHAN KARDIOVASKULER PADA MAHASISWA FISIOTERAPI POLTEKKES SURAKARTA Nadya Ayu Putri Kalmira; Nur Basuki; Mei Kusumaningtyas
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 1 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v1i1.9

Abstract

IMT adalah indeks yang digunakan untuk mengetahui status gizi seseorang. Aktivitas fisik adalah kegiatan yang dilakukan manusia mulai dari bangun hingga sebelum tidur. Daya tahan kardiovaskuler adalah kemampuan tubuh dalam menampung oksigen secara maksimal. Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional study dengan menguji antarvariabel menggunakan Uji Spearman-rank. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Masing-masing subjek diukur IMT, aktivitas fisik, dan daya tahan kardiovaskuler dengan menggunakan bruce protocol. Hasil : Uji analisis hubungan dengan Uji Spearman antara IMT dengan daya tahan kardiovaskuler diperoleh hasil r = -0,332 dan p = 0,037 yang berarti terdapat hubungan yang cukup dan signifikan. Lalu, untuk uji analisis hubungan dengan Uji Spearman antara aktivitas fisik dengan daya tahan kardiovaskuler diperoleh hasil r = 0,391 dan p = 0,016 yang berarti terdapat hubungan yang cukup dan signifikan antarvariabel tersebut. Kesimpulan : Terdapat hubungan dengan kekuatan cukup dan signifikan antara IMT dan aktivitas fisik terhadap daya tahan kardiovaskuler.
PENGARUH PEMBERIAN BLOOD FLOW RESTRICTION TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT QUADRICEPS PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT Bramasta Adikurnia Wedhasmara; M. Mudatsir Syatibi; Jasmine Kartiko Pertiwi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i1.13

Abstract

Latihan penguatan sangat penting bagi penderita osteoartritis lutut untuk mengembalikan kekuatan otot quadriceps. Perlu latihan dengan beban berat untuk meningkatkan kekuatan otot. Namun penderita osteoartritis lutut sering mengeluhkan nyeri saat menjalani latihan dengan beban berat. Maka itu perlu metode latihan alternatif untuk meningkatkan kekuatan otot quadriceps pada penderita osteoartritis lutut. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian blood flow restriction training dan low load resistance training dalam meningkatkan kekutan otot quadriceps pada penderita osteoartritis lutut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode two groups pre & post test. Kelompok I mendapat intervensi berupa blood flow restriction training dan low load resistance training, sedangkan kelompok II mendapatkan intervensi berupa low load resistance training saja 3x/minggu selama 4 minggu. Pengukuran kekuatan otot quadriceps dilakukan dengan memprediksi nilai 1-RM menggunakan rumus epley. Hasil: Dari 20 subjek penelitian, 18 subjek dapat mengikuti program penelitian hingga akhir. Kelompok I berjumlah 9 orang dan kelompok II berjumlah 9 orang. Kesimpulan: Pemberian blood flow restriction training dan low load resistance training sama-sama meningkatkan kekuatan otot quadriceps, namun penambahan blood flow restriction training dalam low load resistance training tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot quadriceps
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA MAHASISWA Febrina Maharani Putri Ardani; Fendy Nugroho; Mei Kusumaningtyas
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.15

Abstract

Latar Belakang: Pada mahasiswa, aktivitas fisik yang rendah mempengaruhi produktivitas seperti penurunan prestasi akademik, mudah lelah, sulit konsentrasi, dan meningkatkan resiko obesitas. Indikator kebugaran tubuh adalah nilai VO2 max. Salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 max adalah circuit training. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh circuit training terhadap peningkatan VO2 max pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized control trial dengan Subjek mahasiswa jurusan fisioterapi Poltekkes Surakarta berjumlah 30 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 atau intervensi: n=15 dan kelompok 2 atau kontrol: n=15. Pengukuran VO2max dengan McArdle step test. Hasil: Hasil uji beda pre-post test dengan uji non-parametrik pada kelompok intervensi didapatkan nilai p= 0,002 (p<0,05). Sedangkan kelompok kontrol didapatkan nilai p= 0,155(p>0,05). Hasil uji beda post test antar kelompok didapatkan nilai p= 0,024(p<0,05). Kesimpulan: Circuit training berpengaruh terhadap peningkatan VO2 max pada mahasiswa.
PENGARUH LATIHAN WALL SQUAT TERHADAP DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI PEMAIN BULUTANGKIS Aqzal Dwi Kuncoro; Jasmine Kartiko Pertiwi; Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.17

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Daya tahan otot tungkai merupakan salah satu biomotor yang penting dalam permainan bulutangkis, dimana pemain harus bergerak mengikuti gerakan dari shuttlecock lawan tanpa adanya kelelahan. Fisioterapis dapat memberikan latihan berupa wall squat dalam meningkatkan daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pada pemain bulutangkis. Metode : Rancangan penelitian menggunakan penelitian experimental one group pre and post test with control group design. Kelompok perlakuan diberikan intervensi latihan wall squat dan latihan standar 3 kali per minggu selama 4 minggu. Sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan latihan standar dari pelatih. Total jumlah subjek adalah 20 pemain bulutangkis PB Spensaga. Hasil : Hasil uji beda daya tahan otot tungkai awal dan akhir kelompok I dan II menggunakan Uji Paired Sample t-test dengan kelompok I didapatkan hasil yang sama yaitu p = 0,000 (p<0,05). Uji beda post test kelompok I dan II menggunakan Independent Sample t-test didapatkan hasil p = 0,000. Selisih rata-rata didapatkan bahwa kelompok I mendapatkan hasil 10,7 dan kelompok II mendapatkan hasil 3,2. Kesimpulan : Ada pengaruh latihan wall squat terhadap daya tahan otot tungkai pemain bulutangkis.
PENGARUH PENAMBAHAN DYNAMIC BALANCE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PEMAIN BASKET SMA NEGERI 1 WONOSARI KLATEN Diana Putri Susanti; Nitaya Putri Nur Hidayati; Suhardi; Sugiono
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.18

Abstract

Background: Basketball is a sport that requires high agility to be able to carry out the basic technical movements of the game, but the ability to change direction in basketball requires balance to be agile in changing the direction of movement. Thus, dynamic balance training are recommended as a means of injury prevention and prehabilitation. Therefore, apart from agility training, basketball players also need to do dynamic balance training. One of them is DBT. DBT is given because it increases the player's balance level through the musculoskeletal system which will facilitate neuromuscular ability, readiness and reactions. Objective: to determine the effect of adding DBT after routine training on increasing the agility of basketball players at State High School 1 Wonosari Klaten. Method This study used an experimental design with a randomized two groups pre and post test design conducted in September-October 2023. Subjects were basketball players at State High School 1 Wonosari Klaten who met the inclusion criteria. There were 15 subjects in the treatment group and 15 people in the control group. Agility was measured using the Agility T-Test at the beginning and end of the study. Results: Based on the results of the pre-post test statistics in the treatment group, a value of p=0.000 (p<0.05) was obtained, which means there is an influence. The results of the post test hypothesis test between the treatment group and the control group showed p=0.002 (p><0.05) which means there is an effect.><0.05) was obtained, which means there is an influence. The results of the post test hypothesis test between the treatment group and the control group showed p=0.002 (p<0.05) which means there isn an effect. Conclusion: additioning DBT after routine training has an effect on increasing agility in basketball players at State High School 1 Wonosari Klaten.
PENGARUH HIGH INTENSITY FUNCTIONAL TRAINING TERHADAP VO2MAX PADA MAHASISWA FISIOTERAPI INAKTIVITAS Mei Kusumaningtyas; Ni Luh Putu Intan Cahyani Putri; Nur Basuki
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.19

Abstract

Latar Belakang: Kurang melakukan aktivitas fisik (inaktivitas) menjadi salah satu faktor penyebab tejadinya penyakit kardiovaskuler yang berujung kepada kematian. Upaya pencegahan perlu dilakukan melihat angka prevalensi inaktivitas semakin tahun semakin meningkat. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan latihan daya tahan berupa high intensity functional training. Namun belum banyak penelitian yang membuktikan jika HIFT berpengaruh terhadap peningkatan VO2max sebagai indikator daya tahan kardiorespirasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh High Intensity Functional Training terhadap VO2max pada mahasiswa fisioterapi inaktivitas. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial dengan subjek mahasiswa jurusan fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang inaktivitas berjumlah 32 orang. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, tiap kelompok terdiri dari 16 orang yang melakukan latihan selama 4 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per minggu. Kelompok perlakuan diberi high intensity functional training yang diawali dengan warm up (jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit) gerakan berupa: high knee run, jumping jacks, mountain climbers, lunges dan burpee. Kelompok kontrol diberi perlakuan berupa jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit. Alat ukur yang digunakan ialah queen’s college step test (QCT). Untuk uji hasil pengaruh tiap kelompok menggunakan paired t-test dan uji beda pengaruh antara kelompok menggunakan independent t-test. Hasil: Hasil analisis dalam kelompok menunjukkan terjadinya peningkatan VO2max pada kelompok HIFT (p=0,00) dan control (p=0,00). Perbedaan antar kedua kelompok signifikan dengan kelompok perlakuan memiliki selisih mean pre test dan post test sebesar 3,23 sedangkan kelompok kontrol memiliki selisih sebesar 0,57. Kesimpulan: High Intensity Functional Training lebih berpengaruh dibandigkan kegiatan regular (kelompok kontrol) dalam meningkatkan VO2max dengan selisih mean lebih besar dibanding kelompok kontrol.
PENGARUH DUAL TASK TRAINING TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA Stella Elsa Gratia Plena; Suhardi; Dwi Kurniawati
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.23

Abstract

Background: Elderly is the final stage of human development and a person who has reached the age of more than 60 years. The aging process in the elderly causes functional vulnerabilities including in maintaining dynamic balance. The role of physiotherapy in inhibiting the speed of functional disorders in the elderly can be done through the provision of dual task training interventions, which are exercises designed to combine cognitive and motor tasks that are carried out at one time (simultaneously) to improve the ability to perform dual tasks and improve dynamic balance, namely walking. Objective: To determine the effect of dual task training on dynamic balance in the elderly. Method: the research method in the form of an experimental with a one-group research design with control pretest and posttest design was carried out in December 2023 – January 2024. The subjects in this study, namely 60 elderly people who met the inclusion and exclusion criteria, were divided into two groups, namely 30 subjects in the treatment group and 30 subjects in the control group. The measuring tool used in this study is the time up and go test (TUGT). Results: based on the results of the statistical test using the paired sample t-test, the result was p=0.000 (p<0.05) which means that there is an effect after being given dual task training on dynamic balance in the elderly, And the results of the different test of the treatment group and the control group using an independent sample T-test obtained a result of p=0.033 (p<0.05), meaning that there was a difference between the treatment group and the control group on walking ability in the elderly. Conclusion: Dual Task Training (motor-cognitive) significantly affects the dynamic balance of the elderly so as to improve the ability to walk in the elderly.