Erupsi gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Kehilangan orang terkasih, harta benda, hingga perubahan lingkungan sering menimbulkan tekanan mental berupa depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis erupsi Gunung Merapi terhadap komunitas lokal serta upaya mitigasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik dan laporan resmi terkait bencana erupsi dan dampak psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok usia paruh baya lebih rentan mengalami gangguan psikologis dibandingkan kelompok lain, sementara anak-anak dan remaja juga menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan berperan penting dalam mempercepat pemulihan. Selain itu, inisiatif lokal seperti Radio Lintas Merapi, Organisasi Penanggulangan Bencana (OPRB), dan BUMDes terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan, memberikan edukasi, serta memperkuat resiliensi masyarakat. Kesimpulannya, pemulihan psikologis pascabencana membutuhkan sinergi antara dukungan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan jangka panjang.
Copyrights © 2025