cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31108377     DOI : -
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin published by Lembaga Riset Mandiri Nusantara that published in multidisciplinary fields, covering the fields of Education, Psychology, Law, Economics, Religions, Education, Health, Engineering, Public Policy, Tourism, Social and Politics, Culture and Arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Dampak Psikologis Erupsi Gunung Berapi Pada Komunitas Lokal Rahmatillah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17114046

Abstract

Erupsi gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Kehilangan orang terkasih, harta benda, hingga perubahan lingkungan sering menimbulkan tekanan mental berupa depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis erupsi Gunung Merapi terhadap komunitas lokal serta upaya mitigasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik dan laporan resmi terkait bencana erupsi dan dampak psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok usia paruh baya lebih rentan mengalami gangguan psikologis dibandingkan kelompok lain, sementara anak-anak dan remaja juga menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan berperan penting dalam mempercepat pemulihan. Selain itu, inisiatif lokal seperti Radio Lintas Merapi, Organisasi Penanggulangan Bencana (OPRB), dan BUMDes terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan, memberikan edukasi, serta memperkuat resiliensi masyarakat. Kesimpulannya, pemulihan psikologis pascabencana membutuhkan sinergi antara dukungan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan jangka panjang.
Dampak Psikologis Gempa Bumi Terhadap Korban dan Strategi Penanganannya Lilis Murdiana
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17114030

Abstract

dan materi, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis serius pada korban. Rasa takut, trauma, kehilangan anggota keluarga, dan ketidakpastian hidup sering memicu gangguan mental seperti stres akut, depresi, gangguan tidur, kecemasan, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami korban gempa bumi serta strategi penanganan yang dapat membantu pemulihan mental mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, laporan, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi psikologis seperti Psychological First Aid (PFA), konseling individu maupun kelompok, trauma healing khususnya bagi anak-anak, serta terapi kognitif perilaku (CBT) terbukti efektif dalam mengurangi gejala trauma. Selain itu, dukungan sosial dan pemberdayaan komunitas berperan penting dalam mempercepat pemulihan emosional korban. Kesimpulannya, penanganan psikologis pascabencana harus menjadi bagian integral dari manajemen bencana di Indonesia melalui sinergi pemerintah, relawan, tenaga profesional, dan komunitas lokal.
Ketahanan Mental Masyarakat Pesisir Terhadap Banjir Rob Bella Aditia
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17114021

Abstract

Perubahan iklim global meningkatkan risiko bencana ekologis, salah satunya banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental masyarakat. Stres, kecemasan, trauma, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) banyak dialami korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis banjir rob serta strategi yang dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian dan laporan terkait banjir rob dan aspek psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial, religiusitas, resiliensi komunitas, serta intervensi psikososial seperti Psychological First Aid (PFA) dan terapi digital terbukti efektif dalam membantu pemulihan. Selain itu, adaptasi masyarakat berupa pembangunan rumah panggung, relokasi, hingga perubahan mata pencaharian juga berkontribusi terhadap ketahanan menghadapi bencana. Kesimpulannya, ketahanan mental masyarakat pesisir memerlukan dukungan berlapis, baik melalui penguatan sosial, kebijakan pemerintah, maupun intervensi psikologis 
Penguatan Kesiapsiagaan Stakeholder Dalam Pengurangan Risiko Bencana Gempa Bumi Ananda Nurisyahadah
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17114007

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko tinggi terhadap gempa bumi karena letaknya di jalur Cincin Api Pasifik. Rentetan gempa besar dalam dekade terakhir, seperti Lombok dan Palu pada 2018, menunjukkan masih lemahnya manajemen bencana, ditandai dengan banyaknya korban jiwa, kerugian ekonomi, serta dampak sosial yang meluas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan kesiapsiagaan stakeholder dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan jurnal, laporan resmi, dan dokumen kebijakan terkait kesiapsiagaan komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan stakeholder, khususnya pemerintah, masyarakat, dan sekolah, sangat berperan dalam menekan jumlah korban jiwa serta kerugian fisik maupun psikologis. Faktor penting yang perlu diperkuat meliputi perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dini, kualitas infrastruktur, serta mobilisasi sumber daya. Selain itu, pelatihan simulasi, kampung siaga bencana, dan integrasi pendidikan kebencanaan di sekolah terbukti meningkatkan kesiapsiagaan komunitas. Kesimpulannya, penguatan kesiapsiagaan stakeholder berbasis komunitas menjadi strategi utama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi dan membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Dukungan Sosial dan Kecerdasan Emosi dengan Resiliensi Korban Banjir Dira Safira
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17113997

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat, baik secara material maupun psikologis. Korban banjir kerap menghadapi tekanan mental akibat kehilangan harta benda, tempat tinggal, hingga anggota keluarga, sehingga kemampuan untuk bangkit kembali menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan kecerdasan emosi dengan resiliensi korban banjir. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan harga diri korban, sehingga mempercepat proses adaptasi terhadap situasi sulit. Sementara itu, kecerdasan emosi berperan dalam membantu individu mengendalikan emosi, berempati, serta mengembangkan sikap optimis dalam menghadapi tekanan. Kesimpulannya, resiliensi korban banjir sangat dipengaruhi oleh sinergi antara dukungan sosial eksternal dan kecerdasan emosi internal, yang bersama-sama memungkinkan individu lebih cepat beradaptasi dan pulih dari dampak bencana.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Ditinjau Dari Gaya Belajar Ivan Prabawa; Sagala Rifal Zingiber; Kms. Muhammad Amin Fauzi
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif korelasional untuk menyelidiki hubungan antara gaya belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah mereka dalam menyelesaikan Sistem Persamaan Linear (SPL). Subjek penelitian terdiri dari lima puluh mahasiswa jurusan matematika yang telah mengambil kelas Aljabar Linear Elementer. Angket gaya belajar model VARK (Visual, Aural, Read/Write, dan Kinestetik) dan ujian kemampuan pemecahan masalah berbasis langkah Polya digunakan. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara gaya belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah SPL, dengan nilai p-value sebesar 0,042 (< 0,05). Mahasiswa yang menggunakan gaya belajar visual memperoleh skor tertinggi rata-rata (82,15), diikuti oleh gaya aural (80,43), gaya kinestetik (79,23), dan gaya membaca/menulis (77,60). Temuan ini menegaskan bahwa pendidik harus memahami variasi gaya belajar siswa agar pembelajaran matematika lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linier Berbasis Konteks PISA (Berdasarkan Prosedur Newman Di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan) Lenni Mariana Harahap; Heby Anggriyani Damanik; Ivan Prabawa; Fevi Rahmawati Suwanto
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal program linear berbasis konteks PISA (Programme for International Student Assessment) dengan menggunakan prosedur Newman. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa kelas XII MIPA 3 tahun ajaran 2025/2026.  Data dikumpulkan melalui tes uraian sebanyak lima soal yang disusun berdasarkan level kognitif PISA (reproduksi, koneksi, dan refleksi) serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan pada seluruh tahapan Newman, yaitu kesalahan membaca (20%), kesalahan memahami soal (28%), kesalahan transformasi (46%), kesalahan keahlian proses (39%), dan kesalahan penulisan jawaban akhir (31%). Kesalahan tertinggi terjadi pada tahap transformasi soal, sedangkan kesalahan terendah terdapat pada tahap membaca soal. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mampu memahami informasi awal, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengubahnya ke bentuk model matematika yang tepat. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi matematika dan kemampuan representasi matematis dalam pembelajaran program linear agar siswa mampu memahami dan menyelesaikan soal kontekstual secara benar serta sistematis.
Perencanaan Alur Pengelolaan dan Rekomendasi Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PT Kilang Pertamina Internasional RU II Production Sungai Pakning Miftah Nurul Huda Al-Marsyah; Putri Syfha Salsabilah; Silda Adi Rahayu; Fitri Rahmatessa
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri minyak dan gas bumi menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. PT Kilang Pertamina Internasional RU II Production Sungai Pakning merupakan salah satu kilang minyak yang menghasilkan berbagai limbah B3, antara lain sludge oil, pelumas bekas, kain majun bekas, dan kemasan bekas B3. Pengelolaan limbah di perusahaan ini sebagian besar masih terbatas pada penyimpanan dan pengangkutan ke pihak ketiga. Melalui kerja praktik ini dilakukan perencanaan alur pengelolaan limbah B3 dan rekomendasi pemanfaatan limbah yang berpotensi memiliki nilai guna. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan staf HSSE, serta analisis identifikasi limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sludge oil dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif melalui proses three-phase decanter centrifuge, pelumas bekas berpotensi diregenerasi, sedangkan kain majun bekas dan kemasan B3 dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui proses pembersihan. Rekomendasi alur baru pengelolaan limbah B3 adalah penambahan tahap pemanfaatan internal sebelum pengolahan eksternal. Dengan demikian, perencanaan alur pengelolaan ini berkontribusi pada efisiensi biaya, pengurangan beban lingkungan, dan mendukung target keberlanjutan perusahaan
Perancangan Unit Pengolahan dan Pemanfaatan Lumpur Hasil WTP di PT Kilang Pertamina Internasional RU II Produksi Sungai Pakning Fitri Rahmatessa; Nur Hidayanti Siregar; Salsabila Herfi Nawira
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-Oktober 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan air bersih di Water Treatment Plant (WTP) PT Kilang Pertamina Internasional RU II Produksi Sungai Pakning menghasilkan residu berupa lumpur. Lumpur yang bercampur air ini merupakan buangan dari rangkaian proses flokulasi, sedimentasi dan filtrasi. Selanjutnya lumpur ini ditampung di dalam bak lagoon dan akan mengendap secara gravitasi. Saat ini, lumpur tersebut belum diolah atau dimanfaatkan sehingga berpotensi memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rancangan unit pengolahan lumpur yang dapat diterapkan di WTP, dan pemanfaatan lumpur menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Adapun metode yang digunakan adalah proses gravity thickening dan sludge drying bed, yang akan menghasilkan dry cake (lumpur kering) dan supernatan (air bersih). Lumpur kering akan dimanfaatkan menjadi bahan dasar pembuatan batako. Pembuatan batako dari lumpur WTP adalah solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan karena mengoptimalkan limbah sebagai sumber material, meminimalkan biaya produksi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Mitigasi Meningkatkan Kesadaran Risiko dan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Annisa Gusmawati Siregar
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Riksa Cendikia Nusantara-November 2025
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan angin puting beliung, di mana lebih dari 80% kejadian bencana setiap tahun berasal dari kategori ini. Namun, rendahnya kesadaran risiko, lemahnya persepsi bahaya, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam mitigasi menyebabkan dampak bencana tetap tinggi. Tulisan ini bertujuan mengkaji peran mitigasi dalam meningkatkan kesadaran risiko dan memperkuat penanggulangan bencana hidrometeorologi melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendekatan psikologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai penelitian terkait kebijakan mitigasi, pendidikan kebencanaan, persepsi risiko, self-efficacy, dan resiliensi komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi efektif bila tidak hanya berfokus pada aspek struktural seperti tata ruang dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi psikososial melalui edukasi berbasis pengalaman, simulasi bencana, pelatihan komunitas siaga bencana, serta penguatan keyakinan masyarakat bahwa tindakan mereka berdampak pada pengurangan risiko. Pendekatan psikologis seperti teori motivasi proteksi dan konsep resiliensi komunitas berperan penting dan am membentuk budaya sadar risiko. Kesimpulannya, mitigasi bencana hidrometeorologi harus diintegrasikan dengan strategi peningkatan kesadaran risiko dan penguatan kapasitas psikologis masyarakat secara berkelanjutan.

Page 1 of 3 | Total Record : 25