dan materi, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis serius pada korban. Rasa takut, trauma, kehilangan anggota keluarga, dan ketidakpastian hidup sering memicu gangguan mental seperti stres akut, depresi, gangguan tidur, kecemasan, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis yang dialami korban gempa bumi serta strategi penanganan yang dapat membantu pemulihan mental mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal, laporan, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi psikologis seperti Psychological First Aid (PFA), konseling individu maupun kelompok, trauma healing khususnya bagi anak-anak, serta terapi kognitif perilaku (CBT) terbukti efektif dalam mengurangi gejala trauma. Selain itu, dukungan sosial dan pemberdayaan komunitas berperan penting dalam mempercepat pemulihan emosional korban. Kesimpulannya, penanganan psikologis pascabencana harus menjadi bagian integral dari manajemen bencana di Indonesia melalui sinergi pemerintah, relawan, tenaga profesional, dan komunitas lokal.
Copyrights © 2025