Perubahan iklim global meningkatkan risiko bencana ekologis, salah satunya banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental masyarakat. Stres, kecemasan, trauma, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) banyak dialami korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis banjir rob serta strategi yang dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian dan laporan terkait banjir rob dan aspek psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial, religiusitas, resiliensi komunitas, serta intervensi psikososial seperti Psychological First Aid (PFA) dan terapi digital terbukti efektif dalam membantu pemulihan. Selain itu, adaptasi masyarakat berupa pembangunan rumah panggung, relokasi, hingga perubahan mata pencaharian juga berkontribusi terhadap ketahanan menghadapi bencana. Kesimpulannya, ketahanan mental masyarakat pesisir memerlukan dukungan berlapis, baik melalui penguatan sosial, kebijakan pemerintah, maupun intervensi psikologis
Copyrights © 2025