Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko tinggi terhadap gempa bumi karena letaknya di jalur Cincin Api Pasifik. Rentetan gempa besar dalam dekade terakhir, seperti Lombok dan Palu pada 2018, menunjukkan masih lemahnya manajemen bencana, ditandai dengan banyaknya korban jiwa, kerugian ekonomi, serta dampak sosial yang meluas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan kesiapsiagaan stakeholder dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan jurnal, laporan resmi, dan dokumen kebijakan terkait kesiapsiagaan komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan stakeholder, khususnya pemerintah, masyarakat, dan sekolah, sangat berperan dalam menekan jumlah korban jiwa serta kerugian fisik maupun psikologis. Faktor penting yang perlu diperkuat meliputi perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dini, kualitas infrastruktur, serta mobilisasi sumber daya. Selain itu, pelatihan simulasi, kampung siaga bencana, dan integrasi pendidikan kebencanaan di sekolah terbukti meningkatkan kesiapsiagaan komunitas. Kesimpulannya, penguatan kesiapsiagaan stakeholder berbasis komunitas menjadi strategi utama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi dan membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Copyrights © 2025