Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan berdampak luas pada kehidupan masyarakat, baik secara material maupun psikologis. Korban banjir kerap menghadapi tekanan mental akibat kehilangan harta benda, tempat tinggal, hingga anggota keluarga, sehingga kemampuan untuk bangkit kembali menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan kecerdasan emosi dengan resiliensi korban banjir. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan harga diri korban, sehingga mempercepat proses adaptasi terhadap situasi sulit. Sementara itu, kecerdasan emosi berperan dalam membantu individu mengendalikan emosi, berempati, serta mengembangkan sikap optimis dalam menghadapi tekanan. Kesimpulannya, resiliensi korban banjir sangat dipengaruhi oleh sinergi antara dukungan sosial eksternal dan kecerdasan emosi internal, yang bersama-sama memungkinkan individu lebih cepat beradaptasi dan pulih dari dampak bencana.
Copyrights © 2025