Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan angin puting beliung, di mana lebih dari 80% kejadian bencana setiap tahun berasal dari kategori ini. Namun, rendahnya kesadaran risiko, lemahnya persepsi bahaya, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam mitigasi menyebabkan dampak bencana tetap tinggi. Tulisan ini bertujuan mengkaji peran mitigasi dalam meningkatkan kesadaran risiko dan memperkuat penanggulangan bencana hidrometeorologi melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendekatan psikologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai penelitian terkait kebijakan mitigasi, pendidikan kebencanaan, persepsi risiko, self-efficacy, dan resiliensi komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi efektif bila tidak hanya berfokus pada aspek struktural seperti tata ruang dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi psikososial melalui edukasi berbasis pengalaman, simulasi bencana, pelatihan komunitas siaga bencana, serta penguatan keyakinan masyarakat bahwa tindakan mereka berdampak pada pengurangan risiko. Pendekatan psikologis seperti teori motivasi proteksi dan konsep resiliensi komunitas berperan penting dan am membentuk budaya sadar risiko. Kesimpulannya, mitigasi bencana hidrometeorologi harus diintegrasikan dengan strategi peningkatan kesadaran risiko dan penguatan kapasitas psikologis masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025