Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap letusan gunung berapi karena berada di kawasan Ring of Fire dan pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia. Dengan lebih dari 120 gunung api aktif, letusan dapat menimbulkan kerusakan fisik, gangguan lingkungan, hilangnya nyawa, hingga dampak psikologis yang signifikan. Tulisan ini bertujuan mengkaji strategi mitigasi bencana letusan gunung berapi di Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi bencana perlu dilakukan secara terencana dan terpadu melalui pendekatan teknis, manusia, administratif, dan kultural. Pendekatan teknis mencakup pembangunan jalur evakuasi, sabo dam, tempat pengungsian aman, serta pemantauan vulkanik melalui sistem peringatan dini. Pendekatan sosial dan kultural menekankan edukasi masyarakat, sosialisasi tanda bahaya, serta pelibatan komunitas lokal dalam simulasi evakuasi. Selain itu, aspek psikologis korban juga menjadi bagian penting dalam proses mitigasi, terutama karena penyintas, termasuk anak-anak, sering mengalami trauma, kecemasan, dan stres pascabencana. Faktor dukungan sosial, resiliensi individu, serta kondisi pengungsian yang kondusif berpengaruh besar terhadap pemulihan psikologis. Kajian ini menegaskan bahwa mitigasi bencana letusan gunung berapi harus bersifat menyeluruh, berkelanjutan, dan melibatkan sinergi antara pemerintah, lembaga kebencanaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik.
Copyrights © 2025