ABSTACTBackground: River water and municipal water (PDAM) serve as primary sources of clean water for the residents of Sungai Pinang Village, Daha Selatan District, Hulu Sungai Selatan Regency, South Kalimantan Province. The presence of blacksmithing (metal forging) industries in the village has contributed to a decline in clean water quality, which in turn affects the health conditions of the local community. Objective: This study aims to analyze the impact of blacksmithing industries on clean water quality and to assess the resulting health effects on the residents of Sungai Pinang Village, Daha Selatan District, Hulu Sungai Selatan Regency. Methods: This descriptive quantitative study was conducted to illustrate the quality of clean water and the health status of the Sungai Pinang community. Research subjects were selected using purposive sampling, involving the Village Head, blacksmith industry workers, and residents knowledgeable about local health conditions and industrial activities. Data were collected through interviews, observations, and laboratory testing. The study applied the Pollution Index (IP) method, referring to the Decree of the Minister of Environment No. 115 of 2003 on Guidelines for Determining Water Quality Status. Results: Analysis using the Pollution Index (IP) method yielded a score of 4.6 for river water and 3.9 for municipal water (PDAM). Conclusion: Based on the Pollution Index (IP) calculation, both river water and municipal water (PDAM) in Sungai Pinang Village, Daha Selatan District, are categorized as Lightly Polluted.Keywords: blacksmithing industry, public health, water quality ABSTRAK Latar Belakang: Air sungai dan air PDAM merupakan sumber air bersih yang dikonsumsi oleh masyarakat di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan. Keberadaan industri pandai besi yang dilakukan di desa tersebut berdampak pada penurunan kualitas air bersih sehingga berdampak pula bagi kondisi kesehatan masyarakat setempat. Tujuan: Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis dampak industri pandai besi terhadap kualitas air bersih serta dampak kesehatan yang ditimbulkan dari industri pandai besi terhadap masyarakat Desa Sungai Pinang Kec. Daha Selatan Kab. Hulu Sungai Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan kualitas air bersih dan tingkat kesehatan masyarakat di Desa Sungai Pinang. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, melibatkan Kepala Desa, pekerja industri pandai besi, serta masyarakat yang memahami kondisi kesehatan dan aktivitas industri setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan uji laboratorium. Penelitian ini menggunakan Metode IP (Indeks Pencemaran) yang merujuk pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Hasil: Analisis data menggunakan metode IP (Indeks Pencemaran) menunjukkan skor 4,6 pada air sungai dan 3,9 pada air PDAM. Kesimpulan: Kualitas air sungai dan air PDAM di Desa Sungai Pinang Kec. Daha Selatan dikategorikan pada status Cemar Ringan berdasarkan perhitungan menggunakan Metode IP (Indeks Pencemaran). Kata kunci: industri pandai besi, kesehatan masyarakat, kualitas air
Copyrights © 2025