Penelitian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan efisiensi proyek konstruksi melalui optimalisasi sumber daya manusia dan penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D pada perhitungan biaya serta perencanaan tenaga kerja. Penelitian ini membahas permasalahan tidak efisiennya perhitungan biaya dan alokasi sumber daya manusia pada proyek konstruksi yang sering terjadi ketika menggunakan metode konvensional. Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pekerjaan struktur dan arsitektur menggunakan Autodesk Revit, mengevaluasi fluktuasi tenaga kerja berdasarkan Bill of Quantity (BOQ) existing, serta membandingkan perhitungan RAB konvensional dengan BIM 5D dan alokasi tenaga kerja setelah dilakukan resource leveling dengan Microsoft Project. Penelitian ini menggunakan studi kasus proyek pembangunan Gedung Mandiri Area Tasikmalaya dengan metode analisis data dokumen proyek berupa data RAB metode konvensional dan data DED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 5D memberikan estimasi biaya yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode konvensional, sedangkan analisis tenaga kerja mengungkapkan adanya fluktuasi pada jalur kritis yang menyebabkan leveling tidak dapat dilakukan tanpa memperpanjang durasi proyek. Kesimpulannya, implementasi BIM 5D dapat meningkatkan akurasi biaya serta mendukung perencanaan tenaga kerja, namun pada jalur kritis penambahan tenaga kerja menjadi solusi utama. Penelitian ini menyarankan penerapan BIM 5D sejak tahap perencanaan dan pengembangan penelitian lanjutan mengenai dimensi BIM lain seperti clash detection dan analisis biaya MEP berbasis AHSP.
Copyrights © 2025