Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Laju dan Pemetaan Erosi Lahan DAS Citanduy Hulu Berbasis SIG dengan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) Euis Khallilah; Pengki Irawan; Asep Kurnia Hidayat; Herianto Herianto; Rosi Nursani; Hidayanto Hidayanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v6i1.11850

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy Hulu Memiliki luas 71.544,24 ha. DAS Citanduy Hulu memiliki topografi kemiringan lereng dengan kategori agak curam karena letaknya diantara lima gunung diantaranya Gn. Cakrabuana, Gn. Sadakeling, Gn. Telaga Bodas, Gn. Galunggung, dan Gn. Sawal. Tutupan lahan, curah hujan dan sedimentasi menjadi tiga permasalahan pokok penyebab terjadinya erosi pada DAS Citanduy Hulu. Tutupan Lahan pada wilayah DAS Citanduy Hulu mengalami penurunan luas pada hutan (33,27%), semak belukar (45,25%), dan badan air (47,59%). Curah hujan pada DAS Citanduy hulu berada pada kategori tinggi menyebabkan semakin banyak partikel sedimen yang terangkut dan mengendap di hilir. Sedimentasi pada DAS Citanduy Hulu mengalami peningkatan cukup tinggi dalam kurun waktu satu tahun. Adanya permasalahan tersebut, diperlukan pendugaan laju erosi yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah erosi dan hasil pelepasan sedimen menggunakan metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) dan persamaan Sediment Delivery Ratio (SDR) dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa erosi yang terhitung pada DAS Citanduy Hulu sebesar 450,26 ton/ha/tahun dengan kelas bahaya erosi berat. Jumlah pelepasan sedimen yang terjadi pada DAS Citanduy Hulu sebesar 2.448.226,72 ton/tahun atau 7,6% dari total erosi yang terjadi di lahan.
Optimalisasi Sumber Daya Manusia dan Pengaplikasian Building Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Konstruksi Gedung Rizaldi Athmanziyad Hidayat; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Muhammad Ridha Al-Mustafa; Intan Nuriska Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17632

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendukung peningkatan efisiensi proyek konstruksi melalui optimalisasi sumber daya manusia dan penerapan Building Information Modeling (BIM) 5D pada perhitungan biaya serta perencanaan tenaga kerja. Penelitian ini membahas permasalahan tidak efisiennya perhitungan biaya dan alokasi sumber daya manusia pada proyek konstruksi yang sering terjadi ketika menggunakan metode konvensional. Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada pekerjaan struktur dan arsitektur menggunakan Autodesk Revit, mengevaluasi fluktuasi tenaga kerja berdasarkan Bill of Quantity (BOQ) existing, serta membandingkan perhitungan RAB konvensional dengan BIM 5D dan alokasi tenaga kerja setelah dilakukan resource leveling dengan Microsoft Project. Penelitian ini menggunakan studi kasus proyek pembangunan Gedung Mandiri Area Tasikmalaya dengan metode analisis data dokumen proyek berupa data RAB metode konvensional dan data DED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM 5D memberikan estimasi biaya yang lebih akurat dan detail dibandingkan metode konvensional, sedangkan analisis tenaga kerja mengungkapkan adanya fluktuasi pada jalur kritis yang menyebabkan leveling tidak dapat dilakukan tanpa memperpanjang durasi proyek. Kesimpulannya, implementasi BIM 5D dapat meningkatkan akurasi biaya serta mendukung perencanaan tenaga kerja, namun pada jalur kritis penambahan tenaga kerja menjadi solusi utama. Penelitian ini menyarankan penerapan BIM 5D sejak tahap perencanaan dan pengembangan penelitian lanjutan mengenai dimensi BIM lain seperti clash detection dan analisis biaya MEP berbasis AHSP.
Analisis Jalur Kritis dan Percepatan dengan Metode Precedence Diagram Method (PDM) dan Metode Crashing pada Pekerjaan Struktur Proyek Pembangunan Gedung Aura Sekar Widyaningrum; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Shanti Astri Noviani
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17600

Abstract

Percepatan dalam pembangunan proyek adalah strategi yang diterapkan untuk menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang direncanakan tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang jalur kritis, yang lebih lanjut akan digunakan untuk analisis perubahan durasi dan biaya setelah percepatan. Penelitian ini menganalisis pekerjaan struktur pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan dengan metode Precedence Diagram Method (PDM) untuk mendapatkan jalur kritis dengan software. Selain itu diterapkan pula metode crashing  pada aktivitas yang berada di jalur kritis dengan alternatif penambahan tenaga kerja, penambahan jam lembur, serta kombinasi dari kedua alternatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pekerjaan berada pada jalur kritis, sehingga penjadwalan dengan metode PDM terbukti efektif dalam mengidentifikasi aktivitas yang memengaruhi penyelesaian proyek. Strategi percepatan yang diterapkan mampu mengurangi durasi proyek dengan variasi efektivitas, di mana kombinasi penambahan tenaga kerja dan jam lembur memberikan hasil paling optimal dengan peningkatan biaya yang relatif kecil. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode PDM dalam proyek konstruksi karena kemampuannya dalam memetakan jalur kritis secara jelas. Kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak percepatan terhadap kualitas pekerjaan, khususnya risiko penurunan mutu akibat jam lembur, serta penerapan pendekatan Time Cost Trade Off (TCTO) yang lebih komprehensif, mencakup aspek biaya material, peralatan, dan risiko keterlambatan, sehingga hasil perhitungan percepatan dapat lebih aplikatif. 
Implementasi Building Information Modeling (BIM) 5D pada Perencanaan Kampus di Kabupaten Majalengka Yayi Pilar Pertiwi; Empung Empung; Hidayanto Hidayanto; Intan Nuriskha Rachma
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.17598

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan inovasi teknologi dalam industri konstruksi yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas perencanaan, perancangan, serta pengelolaan proyek secara terintegrasi. Penerapan BIM, khususnya BIM 5D, memungkinkan penggabungan pemodelan tiga dimensi dengan analisis waktu dan biaya, sehingga mampu meningkatkan akurasi perencanaan, efisiensi pelaksanaan, serta pengendalian biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biaya dan durasi pelaksanaan melalui implementasi BIM 5D pada pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) pada tahap perencanaan pembangunan kampus di Kabupaten Majalengka dengan menggunakan perangkat lunak BIM 5D. Metode penelitian dilakukan melalui penyusunan model 3D berbasis BIM yang dikembangkan menjadi proses quantity takeoff, analisis penjadwalan, serta estimasi biaya terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan 3D berbasis BIM mampu mempermudah proses perhitungan volume pekerjaan secara lebih akurat serta mengidentifikasi potensi clash antar elemen struktur, arsitektur, dan MEP sejak tahap perencanaan. Analisis penjadwalan menggunakan BIM 5D menghasilkan estimasi durasi pelaksanaan selama 30 minggu atau setara dengan 209 hari kalender. Sementara itu, hasil perbandingan estimasi biaya antara metode BIM 5D dan metode konvensional menunjukkan adanya selisih sebesar 2,20%, yang mengindikasikan efisiensi biaya melalui penerapan BIM. Secara keseluruhan, implementasi BIM 5D terbukti mampu meningkatkan akurasi pemodelan, mempercepat proses penyusunan jadwal, serta menghasilkan estimasi biaya yang lebih efisien dan andal dibandingkan dengan metode konvensional, sehingga berpotensi mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dalam perencanaan proyek konstruksi.