Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem drainase di persimpangan Jalan Cilolohan, Kota Tasikmalaya, yang kerap menghadapi masalah banjir akibat kapasitas saluran yang tidak memadai serta tingginya akumulasi sedimentasi. Evaluasi teknis dilakukan melalui pendekatan pemodelan hidrologi dan hidraulika menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) 5.2. Pemodelan ini didukung oleh pemetaan topografi dan delineasi daerah tangkapan air (catchment area) berbasis GIS, serta verifikasi spasial presisi melalui Google Earth. Data curah hujan harian maksimum periode 2014–2023 dianalisis secara statistik menggunakan metode distribusi probabilitas untuk menetapkan hujan rencana. Berdasarkan uji kesesuaian, distribusi Log Pearson III terpilih sebagai model terbaik untuk wilayah tersebut. Hasil simulasi menunjukkan bahwa segmen saluran SSA, SSC, SSD, SSE, dan SSF mengalami over-capacity pada kondisi puncak hujan. Fenomena limpasan ini dipicu oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, koefisien limpasan impervious yang besar pada kawasan perkotaan, dan sedimentasi yang mereduksi dimensi tampungan efektif secara signifikan. Sebagai solusi, dilakukan desain ulang dimensi saluran melalui proses iterasi trial-and-error pada perangkat lunak SWMM hingga tercapai konfigurasi penampang yang mampu menyalurkan debit rencana tanpa indikasi luapan. Selain penyesuaian dimensi fisik, pembersihan sedimentasi secara berkala sangat direkomendasikan sebagai langkah operasional rutin guna menjaga kapasitas hidraulik tetap optimal. Temuan ini diharapkan menjadi acuan teknis bagi pemerintah daerah dalam perencanaan mitigasi banjir dan peningkatan sistem drainase perkotaan.
Copyrights © 2025