Studi ini bertujuan untuk menilai dampak latihan shuttle run dan zig-zag pada keterampilan menggiring bola pada pemain bola basket sekolah menengah pertama. Desain kelompok kontrol pretest-posttest eksperimental digunakan untuk penyelidikan ini. Sampel peserta terdiri dari 60 siswa sekolah menengah (usia 13-15), secara acak dialokasikan menjadi tiga kelompok: shuttle run (n = 20), lari zig zag (n = 20), dan kontrol (n = 20). Program pelatihan berlangsung selama 8 minggu, terdiri dari sesi yang berlangsung tiga kali seminggu, dengan setiap sesi berlangsung 50 menit. Kemahiran menggiring bola dievaluasi melalui tes dribling bola basket standar AAHPERD yang dilakukan sebelum dan pasca intervensi. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji post-hoc Tukey. Analisis menunjukkan peningkatan nyata dalam keterampilan menggiring bola untuk masing-masing modalitas latihan terhadap kelompok kontrol (p< 0,05). Latihan lari zig-zag menghasilkan peningkatan yang lebih besar (M = 3,8, SD = 1,2) dibandingkan dengan latihan lari pesawat ulang-alik (M = 3,2, SD = 1,1), meskipun perbedaannya tidak memiliki signifikansi statistik (p = 0,09). Singkatnya, latihan lari antar jemput dan lari zig-zag secara efektif meningkatkan keterampilan menggiring bola pada siswa sekolah menengah, dengan tren penting yang mendukung lari zig-zag.
Copyrights © 2024