Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 memberikan dampak multidimensional, mulai dari kerusakan fisik, kerugian ekonomi, hingga masalah psikologis yang mendalam. Lebih dari dua ribu jiwa meninggal, ribuan luka berat, dan puluhan ribu kehilangan tempat tinggal, sementara banyak korban mengalami trauma, kecemasan, serta gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis bencana Palu 2018 serta meninjau faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dan laporan resmi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur, keterbatasan bantuan, serta kehilangan keluarga dan mata pencaharian memperparah kondisi mental korban. Selain itu, keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi manajemen bencana menjadi hambatan pemulihan. Kesimpulannya, bencana Palu 2018 tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesiapsiagaan, edukasi bencana, serta layanan psikososial terintegrasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa depan.
Copyrights © 2025