cover
Contact Name
Wheny Utariningsih
Contact Email
lembagarisetm@gmail.com
Phone
+6282213200972
Journal Mail Official
lembagarisetm@gmail.com
Editorial Address
Komplek Firya Mansion, Jl Paya Billi - Panggoi, Dusun A Bahagia, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Wacana Sosial Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31106439     DOI : -
Jurnal Wacana Sosial Nusantara: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial is a multi and interdisciplinary peer-reviewed academic research journal serving the broad social sciences community. The journal welcomes excellent contributions that advance our understanding on a broad range of topics including anthropology, sociology, history, politic, economy, education, culture, psychology, management, art, linguistics, and law.
Articles 12 Documents
Peran Dukungan Sosial terhadap Kesehatan Mental Korban Bencana Banjir di Kota Sibuhuan Masjidah Khoiriah Hasibuan
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Wacana Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17113955

Abstract

Indonesia is a country prone to natural disasters, one of which is flooding, which often causes material losses and serious psychological impacts on victims. Many flood survivors experience anxiety, deep sadness, and even post-traumatic stress disorder (PTSD), especially when they do not receive adequate social support. This study aims to examine the role of social support on the mental health of flood victims in Sibuhuan City. The methods used were a literature review and analysis of field findings that highlighted the relationship between social support—emotional, instrumental, and informational—and the psychological resilience of survivors. The results of the study showed that victims who received social support were better able to adapt, had lower stress levels, and recovered more quickly from trauma than those who received minimal support. However, the limited number of professionals and the lack of formal psychosocial programs meant that most victims relied solely on assistance from family and volunteers. In conclusion, social support plays an important role in accelerating the mental recovery of flood victims, but its effectiveness would be optimized if it were supported by professional psychological interventions and systematic and sustainable policies.
Dampak Psikologis Korban Tsunami dan Pentingnya Dukungan Sosial dalam Pemulihan Nova Ramadhini Rifmi Hasibuan
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Wacana Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17113930

Abstract

Indonesia is a country with a high level of natural disaster vulnerability, especially tsunamis, which cause physical damage, material losses, and long-term psychological effects on victims. Psychological disorders such as post-traumatic stress disorder (PTSD), anxiety, and depression are commonly experienced by survivors, including vulnerable groups such as children and the elderly, and can even last for decades after the disaster. This paper aims to examine the psychological impact of the tsunami and highlight the importance of social support and psychological intervention in the rehabilitation of victims. A review of the literature shows that the prevalence of post-disaster anxiety and depression is quite high, and psychological symptoms often persist in the long term. Social support from family, friends, and the community has been shown to play an important role in strengthening survivors' mental resilience and accelerating recovery, while psychological interventions such as trauma healing, counseling, psychosocial therapy, and cognitive behavioral therapy (CBT) are effective in reducing symptoms of PTSD, anxiety, and depression. Therefore, synergy between social support and integrated psychological services is essential as a key strategy for post-disaster rehabilitation so that survivors can return to functioning optimally in social and productive life.
Progresive Muscle Relaxation (PMR) dalam Pemulihan Psikologis Lansia Pascabencana Tanah Longsor Shafyah Azmi Purnaini
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Wacana Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17113913

Abstract

Bencana tanah longsor membawa dampak signifikan terhadap kondisi psikologis korban, khususnya kelompok rentan seperti lansia yang memiliki keterbatasan fisik, penurunan fungsi kognitif, serta jaringan sosial yang lemah. Lansia pascabencana sering mengalami kecemasan, stres, hingga depresi yang berisiko mengganggu kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas Progressive Muscle Relaxation (PMR) dalam pemulihan psikologis lansia pascabencana tanah longsor. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah hasil penelitian sebelumnya mengenai dampak bencana terhadap kesehatan mental lansia dan intervensi PMR sebagai terapi psikososial. Hasil kajian menunjukkan bahwa PMR terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan, memperbaiki kondisi emosional, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung kesejahteraan fisik melalui peningkatan aliran darah dan hormon serotonin. Teknik ini juga mudah dilakukan, murah, serta dapat diterapkan baik secara mandiri maupun dengan bimbingan tenaga kesehatan. Kesimpulannya, PMR merupakan pendekatan sederhana dan efektif untuk membantu pemulihan psikologis lansia pascabencana, sekaligus memperkuat sistem manajemen bencana yang lebih holistik dengan memperhatikan aspek mental kelompok rentan.
Dampak Psikologis Akibat Bencana Alam di Palu Dwi Irza Humairoh
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Wacana Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17089820

Abstract

Bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu pada 28 September 2018 memberikan dampak multidimensional, mulai dari kerusakan fisik, kerugian ekonomi, hingga masalah psikologis yang mendalam. Lebih dari dua ribu jiwa meninggal, ribuan luka berat, dan puluhan ribu kehilangan tempat tinggal, sementara banyak korban mengalami trauma, kecemasan, serta gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis bencana Palu 2018 serta meninjau faktor-faktor yang memengaruhi pemulihan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dan laporan resmi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan infrastruktur, keterbatasan bantuan, serta kehilangan keluarga dan mata pencaharian memperparah kondisi mental korban. Selain itu, keterbatasan sumber daya dan lemahnya koordinasi manajemen bencana menjadi hambatan pemulihan. Kesimpulannya, bencana Palu 2018 tidak hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga trauma psikologis jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesiapsiagaan, edukasi bencana, serta layanan psikososial terintegrasi untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana di masa depan.
Resiliensi Psikologis Korban Banjir di Indonesia Ilfy Aurelya Purba
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Wacana Nusantara-September 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17093550

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dan memberikan dampak signifikan tidak hanya pada kerugian fisik dan material, tetapi juga pada kesehatan mental korban. Tekanan psikologis berupa kecemasan, stres berkepanjangan, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) sering muncul pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi psikologis korban banjir di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sembilan jurnal serta sumber ilmiah lain terkait resiliensi dan pemulihan pascabencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa resiliensi korban dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu dukungan sosial, kecerdasan emosi, spiritualitas (tawakal), serta kesiapsiagaan masyarakat. Dukungan sosial dan pendekatan komunitas terbukti mempercepat pemulihan, sementara aspek religiusitas dan kemampuan regulasi emosi memperkuat daya tahan psikologis korban. Intervensi psikososial dan edukasi kebencanaan juga efektif meningkatkan kapasitas adaptif masyarakat terdampak. Kesimpulannya, resiliensi psikologis menjadi komponen penting dalam pemulihan korban banjir dan perlu didukung oleh kolaborasi lintas sektor melalui program pemulihan yang holistik, mencakup aspek fisik, emosional, dan spiritual.
Perlindungan Hak Cipta di Era Digital Studi Kasus Sengketa Lagu SKJ88 dalam Perspektif Hukum Telematika Ghufron; Ayu Merta Corelia Wati; Dewi Evianti Rahmania; Farida Rakhmah A.
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - November 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17708213

Abstract

Perkembangan pada teknologi informasi telah menciptakan serta tantangan baru dalam ruang digital sebagai locus baru yang memiliki potensi pelanggaran hak cipta, sebagaimana terlihat dalam Putusan Mahkamah Agung No. 991 K/Pdt.Sus-HKI/2022 jo. No. 66 PK/Pdt.Sus-HKI/2023 terkait lagu Senam Kesehatan Jasmani 1988 (SKJ88). Melalui metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menegaskan penggunaan karya cipta melalui media digital tanpa izin merupakan pelanggaran hak cipta, korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut, serta ruang digital tunduk pada asas technological neutrality. Berlandaskan teori hukum telematika Edmon Makarim, pemikiran OK. Saidin dan Agus Sardjono tentang hak cipta dan fungsi sosial HKI, serta teori perlindungan hukum Philipus M. Hadjon, penelitian ini menyimpulkan bahwa putusan SKJ88 menegaskan paradigma perlindungan hak cipta digital yang menyeimbangkan kepastian hukum, kreativitas, dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat.  
Resiliensi Dinamika Perkembangan Emosional Remaja Terdampak Relokasi Pascabencana Lumpur Lapindo Dwi Aulia Anjani
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Oktober 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17741969

Abstract

Bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak 2006 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berdampak mendalam terhadap kondisi psikologis remaja yang menjadi korban relokasi. Pada masa perkembangan identitas, remaja harus menghadapi kehilangan rumah, komunitas, serta stabilitas sosial, yang memicu kecemasan, isolasi sosial, penurunan motivasi belajar, dan kebingungan identitas. Tulisan ini bertujuan mengkaji dampak psikologis relokasi terhadap remaja korban Lumpur Lapindo serta menelaah peran resiliensi dan Psychological First Aid (PFA) dalam mendukung pemulihan mereka. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai penelitian tentang relokasi, perkembangan remaja, resiliensi, dan intervensi PFA. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja yang tidak mendapat dukungan psikososial memadai berisiko mengalami gangguan hubungan sosial, rendah diri, dan pandangan negatif terhadap masa depan. Sebaliknya, resiliensi dapat diperkuat melalui dukungan keluarga, komunitas, keterlibatan dalam aktivitas positif, serta penerapan PFA yang menekankan rasa aman, ketenangan, koneksi sosial, penguatan kemampuan diri, dan optimisme. Program berbasis sekolah, peran guru dan konselor, serta pendekatan partisipatif berbasis komunitas menjadi kunci pemulihan yang lebih berkelanjutan. Kesimpulannya, penanganan korban relokasi harus memadukan kebijakan fisik dan sosial dengan intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan resiliensi remaja.  
Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat dan Pendekatan Budaya untuk Pemulihan Psikologis Pasca Banjir Khaira Maulida Permata
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Oktober 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17751952

Abstract

Indonesia sebagai negara rawan bencana sering mengalami banjir yang tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan ekonomi, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental masyarakat. Korban banjir kerap mengalami stres, kecemasan, ketakutan, dan trauma, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan orang tua. Kondisi psikologis ini dapat berkembang menjadi gangguan jangka panjang seperti depresi dan PTSD jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dampak psikologis banjir serta berbagai upaya pemulihan mental yang relevan bagi masyarakat terdampak. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis berdasarkan berbagai penelitian terkait regulasi emosi, trauma healing, Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), dan strategi koping berbasis budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan regulasi emosi mampu menurunkan intensitas emosi negatif dan meningkatkan kemampuan adaptasi korban banjir. Pendekatan trauma healing terbukti efektif untuk anak-anak, sedangkan SEFT memberikan dampak positif dalam meredakan kecemasan pada penyintas bencana. Selain itu, dukungan keluarga, nilai religius, dan keterlibatan komunitas memainkan peran besar dalam memperkuat resiliensi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa penanganan dampak banjir harus dilakukan secara holistik, tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup dukungan psikososial, edukasi kesiapsiagaan, dan intervensi budaya untuk meningkatkan ketahanan mental masyarakat.  
Intervensi Terhadap Masyarakat Penyintas Bencana Tanah Longsor untuk Mengurangi PTSD Marsuliani Puspita Sari
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Oktober 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17751987

Abstract

Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak serius tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga psikologis. Salah satu gangguan psikologis yang paling umum dialami penyintas adalah Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), yang ditandai dengan kilas balik kejadian traumatis, mimpi buruk, perilaku menghindar, serta gangguan tidur dan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai intervensi psikologis yang efektif dalam menurunkan gejala PTSD pada penyintas bencana tanah longsor. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah berbagai hasil penelitian terkait terapi bermain, intervensi psikososial, dukungan sosial, Stress Inoculation Training (SIT), serta terapi perilaku kognitif dan EMDR. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi bermain efektif menurunkan gejala PTSD pada anak-anak melalui ekspresi emosi simbolik, sedangkan intervensi psikososial dan penguatan dukungan sosial berperan besar dalam pemulihan trauma pada masyarakat dewasa. SIT terbukti membantu korban dalam mengembangkan keterampilan koping untuk mengelola stres pascatrauma. Selain itu, terapi perilaku kognitif, terapi eksposur, dan EMDR juga menunjukkan hasil yang baik dalam memproses kembali ingatan traumatis secara adaptif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penanganan PTSD pada penyintas bencana tanah longsor harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan keluarga, komunitas, serta tenaga kesehatan mental dengan pendekatan yang disesuaikan dengan budaya lokal.
Meminimalisir Tingkat Stres Masyarakat Pasca Bencana Banjir Monica Haryati Tambahna Berutu
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Wacana Sosial Nusantara - Oktober 2025
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17752020

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak yang luas, tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga psikologis. Masyarakat yang terdampak banjir sering mengalami stres, kecemasan, depresi, hingga Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat kehilangan anggota keluarga, harta benda, gangguan kesehatan, serta terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat stres masyarakat pasca bencana banjir serta pentingnya upaya meminimalisir dampak psikologis tersebut melalui pendekatan psikologis dan penguatan mekanisme koping. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis melalui penelaahan berbagai penelitian terkait stres pascabencana, PTSD, serta penanggulangan banjir di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat korban banjir mengalami tingkat stres sedang hingga berat, yang dipengaruhi oleh kehilangan harta benda, kondisi kesehatan, tinggal di pengungsian, serta terganggunya aktivitas keseharian. Masyarakat cenderung menggunakan mekanisme koping berupa kepasrahan, dukungan sosial, dan upaya menyelamatkan harta benda yang tersisa. Selain itu, reaksi stres juga berdampak pada kondisi fisik seperti gangguan tidur dan peningkatan tekanan darah. Kesimpulannya, penanganan bencana banjir tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi harus disertai dengan intervensi psikologis yang berkelanjutan melalui dukungan sosial, konseling, penguatan mekanisme koping, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat untuk meminimalisir dampak stres pasca bencana.  

Page 1 of 2 | Total Record : 12