Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan dampak serius tidak hanya secara fisik dan ekonomi, tetapi juga psikologis. Salah satu gangguan psikologis yang paling umum dialami penyintas adalah Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), yang ditandai dengan kilas balik kejadian traumatis, mimpi buruk, perilaku menghindar, serta gangguan tidur dan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai intervensi psikologis yang efektif dalam menurunkan gejala PTSD pada penyintas bencana tanah longsor. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis melalui telaah berbagai hasil penelitian terkait terapi bermain, intervensi psikososial, dukungan sosial, Stress Inoculation Training (SIT), serta terapi perilaku kognitif dan EMDR. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi bermain efektif menurunkan gejala PTSD pada anak-anak melalui ekspresi emosi simbolik, sedangkan intervensi psikososial dan penguatan dukungan sosial berperan besar dalam pemulihan trauma pada masyarakat dewasa. SIT terbukti membantu korban dalam mengembangkan keterampilan koping untuk mengelola stres pascatrauma. Selain itu, terapi perilaku kognitif, terapi eksposur, dan EMDR juga menunjukkan hasil yang baik dalam memproses kembali ingatan traumatis secara adaptif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penanganan PTSD pada penyintas bencana tanah longsor harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan keluarga, komunitas, serta tenaga kesehatan mental dengan pendekatan yang disesuaikan dengan budaya lokal.
Copyrights © 2025