Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat terhadap olahraga billiard di Kota Padang, yang sebelumnya identik dengan citra negatif seperti perjudian, hiburan malam, dan perilaku menyimpang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan tipe pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan total 23 orang yang terdiri dari pemain billiard pemula dan aktif, masyarakat umum, atlet, pengelola rumah billiard, pengurus Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Padang, serta akademisi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Penelitian ini menggunakan perspektif teori strukturasi Anthony Giddens, yang menyatakan bahwa hubungan antara tindakan dan struktur yang berupa relasi dualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agen memainkan peran penting dalam menafsirkan ulang billiard sebagai aktivitas positif melalui praktik rutin, refleksi pengalaman, dan interaksi sosial. Pada saat yang sama, struktur institusional seperti POBSI, KONI, dan Universitas Negeri Padang menyediakan kerangka regulatif dan ruang fisik yang mendukung pergeseran persepsi tersebut. Proses strukturasi ini berlangsung secara bertahap namun konsisten, sehingga tercipta struktur makna baru yang lebih positif dalam masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan sosial terjadi melalui relasi dialektis antara agen dan struktur serta memperluas penerapan teori strukturasi dalam konteks olahraga dan budaya lokal.
Copyrights © 2025