Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pergeseran nilai budaya Sumbang Duo Baleh (Sumbang 12) pada generasi muda Minangkabau di era modern serta menganalisis dampaknya terhadap pendidikan karakter mereka. Pergeseran nilai ini diduga dipicu globalisasi, media sosial, dan perubahan gaya hidup yang melemahkan pemahaman norma adat sehari-hari. Metode kualitatif fenomenologi digunakan untuk mendalami pengalaman informan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kuranji, Kota Padang. Informan purposive meliputi gadih Minang, tokoh adat, orang tua, dan pendidik; analisis data mengikuti Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan pada Sumbang 12, seperti sumbang kato (berbicara kasar, abaikan sapaan hormat Kato Nan Ampek) dan sumbang kurenah (perilaku genit pasangan muda, kurang pasumandan), akibat pengaruh budaya modern yang generasi muda anggap lebih relevan. Dampaknya melemahkan pendidikan karakter, termasuk sopan santun, disiplin, dan identitas moral, selaras teori Thomas Lickona (moral knowing, feeling, action). KAN Kuranji merespons dengan sosialisasi rutin dua kali setahun ke sekolah dan masyarakat untuk internalisasi nilai adat berbasis pendidikan karakter lokal.
Copyrights © 2025