Teknologi kecerdasan buatan (AI) belakangan ini berkembang sangat pesat sehingga membawa pengaruh besar bagi kehidupan remaja. Salah satu yang sedang ramai di media sosial terutama Tiktok dan Instagram adalah tren penggunaan aplikasi "AI Polaroid". Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana tren AI Polaroid tersebut berpengaruh terhadap perilaku, cara pandang diri (persepsi diri), dan proses pembentukan identitas di kalangan remaja bahkan pembentukan makna setiap individu. Untuk mengetahuinya, kami menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan melakukan wawancara mendalam dengan tiga remaja yang aktif menggunakan AI Polaroid serta mengamati media sosial untuk menganalisis bagaimana kalangan remaja mengikuti tren tersebut, serta membaca penelitian lain yang berkaitan dengan dampak visual AI terhadap pembentukan diri remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya latarbelakang yang mempengaruhi remaja untuk mengikuti tren AI Polaroid dimana mereka menggunakan AI Polaroid karena visual yang dihasilkan menarik bahkan adanya hasil penggabungan foto dengan pasangan, idol bahkan orang yang telah meninggal serta alternatif dalam pembentukan diri serta pemaknaan dalam bentuk cinta dikalangan remaja. Tren ini ternyata juga memunculkan tekanan sosial agar remaja menampilkan versi diri mereka yang lebih ideal di dunia maya. Lebih jauh, fenomena ini menimbulkan beberapa masalah etika, seperti manipulasi gambar, pandangan yang keliru terhadap identitas diri, serta bahaya ketergantungan pada pengakuan atau validasi sosial (misalnya, jumlah like atau pujian). Kesimpulannya, tren AI Polaroid ini mencerminkan cara baru berkomunikasi menggunakan gambar (visual) di era digital. Hal ini perlu diimbangi dengan literasi media dan kesadaran di kalangan remaja akan manipulasi data. Tujuannya agar remaja dapat menggunakan AI bijak dan sesuai kebutuhan untuk meminimalisir resiko yang tidak diinginkan.
Copyrights © 2025