Sastra mencerminkan kehidupan manusia dengan menggambarkan berbagai aspek dan permasalahan hidup melalui bahasa yang indah serta penuh makna. Dalam konteks pendidikan anak, karya sastra terutama cerita anak memiliki peran penting dalam menunjang perkembangan kemampuan berbahasa, moral, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep utama cerita anak, tahapan perkembangan reseptif terhadap sastra, serta manfaatnya bagi anak sebagai dasar teoritis bagi calon guru PGMI dalam penerapan sastra anak pada pembelajaran di madrasah ibtidaiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik sastra anak. Data dikumpulkan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan analisis terhadap teori-teori sastra anak, perkembangan reseptif anak terhadap karya sastra, serta manfaat cerita bagi anak. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman komprehensif mengenai peran sastra anak dalam pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik di madrasah ibtidaiyah. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerita anak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter. Selain itu, kemampuan reseptif anak terhadap sastra membantu mereka memahami, menanggapi, dan menghayati nilai-nilai moral yang tersampaikan melalui aktivitas membaca maupun mendengarkan cerita. Implikasi kajian ini bagi pendidikan, khususnya bagi calon guru PGMI, adalah perlunya integrasi karya sastra anak dalam proses pembelajaran di madrasah ibtidaiyah. Guru dapat memanfaatkan cerita anak sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna untuk menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan religius. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik anak melalui pengalaman estetis yang diperoleh dari sastra
Copyrights © 2025