Pembelajaran apresiatif dalam pengajaran puisi merupakan upaya penting untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra, kepekaan estetika, dan pembentukan karakter peserta didik. Fenomena rendahnya minat serta kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi disebabkan oleh metode konvensional yang kurang menyentuh ranah emosional dan pengalaman pribadi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas pendekatan apresiasi sastra berbasis teori konstruktivisme dalam pembelajaran puisi di sekolah. Kajian ini menggunakan analisis teoritik terhadap konsep apresiasi sastra, teori konstruktivisme, dan teori estetika pendidikan Bahasa Indonesia, dengan mengacu pada hasil penelitian terkini tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan apresiatif mendorong keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan reflektif, kreatif, dan kolaboratif seperti deklamasi, visualisasi, serta musikalisasi puisi. Integrasi media pembelajaran digital seperti micro video dan Canva terbukti meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa terhadap makna puitik secara signifikan. Dengan demikian, pembelajaran apresiatif tidak hanya memperkuat kemampuan interpretasi puisi, tetapi juga menumbuhkan empati, imajinasi, dan kesadaran moral siswa. Pendekatan ini relevan diterapkan sebagai model pembelajaran sastra yang adaptif, humanistik, dan selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21
Copyrights © 2025