Penelitian ini meneliti fenomena proksemik di lorong lift lobi Hotel Mercure Bandung City Centre serta peran desain interior dalam mengatasi kendala interaksi ruang dan pengunjung. Permasalahan muncul akibat tata ruang yang belum mampu mengatur jarak, arah pandang, dan alur pergerakan secara efektif pada area antrian. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi elemen interior yang dapat mengatasi kendala proksemik melalui pendekatan kualitatif deskriptif, observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur tentang teori proksemik serta desain interior publik. Hasil penelitian menunjukkan elemen seperti pola lantai, plafon, dan signage berperan penting dalam mengarahkan sirkulasi, menjaga jarak sosial, serta meningkatkan kenyamanan dan keteraturan antrian. Kesimpulannya, penerapan desain interior yang tepat dapat mengoptimalkan proksemik, sehingga menciptakan pengalaman ruang yang tertib dan nyaman bagi pengguna. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis elemen interior sebagai pengatur perilaku proksemik di area publik hotel. Temuan ini berkontribusi terhadap pengembangan prinsip desain interior publik sebagai dasar bagi perancangan interior yang adaptif terhadap perubahan perilaku spasial pengguna.
Copyrights © 2025