Fenomena staycation yang semakin populer mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap pengalaman liburan yang dekat dengan alam. Hal ini mendorong pengembangan destinasi wisata berkelanjutan yang menarik bagi pengunjung lokal maupun internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Bryan Lawson, yang berfokus pada proses berpikir kreatif desainer dari perumusan masalah hingga verifikasi solusi. Metode ini cukup sistematis dan cocok untuk memadukan masalah staycation dan stres dengan solusi desain floating resort dengan konsep “Harmony With Nature”. Gagasan kreatif yang dihasilkan menekankan integrasi elemen alam, terutama elemen air seperti laut, ke dalam bangunan untuk mendukung kesehatan kedalam desain interior melalui pendekatan biophilic design dan blue space theory. Elemen-elemen alami seperti kayu, pencahayaan alami, serta desain ruang yang efisien digunakan untuk menciptakan suasana yang menenangkan dan menyatu dengan alam. Penataan ruang juga dirancang agar selaras dengan lingkungan sekitar, mendukung kenyamanan dan relaksasi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam penerapan konsep harmony with nature pada desain interior floating resort, khususnya di kota Probolinggo. Selain itu, pendekatan ini dapat membantu memperkuat karakter destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan pengalaman liburan yang lebih bermakna dan menyegarkan bagi wisatawan.
Copyrights © 2025