Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam aerobik terhadap tumbuh kembang remaja usia 18–20 tahun, khususnya pada aspek kebugaran jasmani dan tingkat stres. Remaja pada fase ini berada pada masa transisi penting menuju dewasa awal, di mana mereka menghadapi tantangan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Aktivitas fisik, khususnya senam aerobik, diyakini dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keseimbangan perkembangan tersebut. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan model one group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa perempuan berusia 18–20 tahun dari FIKK UNM, yang mengikuti program senam aerobik selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu dan durasi 50 menit setiap sesi. Intensitas latihan ditetapkan pada 50–75% HRmax. Instrumen pengukuran meliputi beep test untuk estimasi VO₂max dan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stres. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada VO₂max (t = 5,963; p < 0,001) dan penurunan signifikan pada skor PSS (t = –4,062; p < 0,001). Dengan demikian, senam aerobik terbukti tidak hanya memperbaiki aspek fisiologis berupa kebugaran jasmani, tetapi juga memberikan manfaat psikologis berupa penurunan tingkat stres. Temuan ini memperkuat bukti empiris bahwa senam aerobik layak dijadikan program intervensi kesehatan preventif dan promotif bagi remaja.
Copyrights © 2025